Fauzi Baadilla mengungkapkan efek yang ia rasakan setelah pulang dari mengunjungi para pengungsi Suriah.
- Raysa Septi Anggraini
- Kamis, 17 Mei 2018 - 22:01 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Fauzi Baadilla sempat mengunjungi para pengungsi perang di perbatasan Suriah-Turki. Fauzi bahkan juga mengunggah berbagai momen menyentuh yang ia alami selama berada di sana.
Tak hanya sekedar mengunjungi saja, Fauzi juga memberikan bantuan kepada para pengungsi tersebut. Saat itu Fauzi mengunjungi para pengungsi di Hatay yang berada di perbatasan Turki dan Suriah.
Fauzi mengaku merasakan sejumlah perubahan semenjak pulang dari mengunjungi para pengungsi Suriah tersebut. Aktor berusia 38 tahun ini mengaku saat ini sikapnya menjadi lebih lembut. Apalagi jika ia mengingat penderitaan yang dialami para pengungsi tersebut.
"Hati gue sekarang enggak sekeras dulu lagi hehehe," ujar Fauzi Baadilla di Jakarta Pusat, Selasa (15/5). "Agak lebih mellow, walaupun gue bukan tipe cowok mellow ya, tapi sekarang gue mellow kalau inget-inget mereka."
Fauzi memang berkesempatan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana perjuangan hidup para pengungsi tersebut. Akibat perang, banyak anak yatim piatu yang kehilangan orangtuanya serta ada juga yang menderita luka-luka akibat bom.
Penderitaan para pengungsi perang ini membuat Fauzi sadar terhadap hidupnya selama ini. Ia merasa lebih bersyukur bisa menjalani hidupnya yang nyaman seperti sekarang.
"Saya beberapa bulan mikir hidup enak. Makan enak, kerja bagus. Hidup saya terlalu enak," ungkap Fauzi. "Sebagai cowok mikir, 'waduh mental gue lama-lama lemah nih, jiwa gue kerdil', ibaratnya terlena."
Fauzi mengungkapkan kunjungannya ke tempat pengungsi itu memang membuka matanya. Karena itulah ia merasa senang bisa berkesempatan untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada para pengungsi tersebut.
"Kayaknya gue perlu melihat sisi lain dunia lain. Yang bisa membuka wawasan saya," tutur Fauzi. "Alhamdulillah dijabah Allah. Gue dapat kesempatan ke sana bersama ACT (Aksi Cepat Tanggap)."
Kunjungannya ke kamp pengungsian itu membuatnya lebih peka dengan sekelilingnya. Fauzi mengaku sifatnya menjadi lebih halus dan sensitif jika melihat orang yang membutuhkan. Padahal sebelumnya, ia termasuk tipe cowok yang keras.
"Gue bukan tipe cowok yang cengeng kayak di sinetron-sinetron," pungkas Fauzi. "Setelah dari sana, gue lebih sensitif, lebih peka, lebih halus dikit."
(wk/rays)