Mendadak tidak tayang karena masalah teknis, muncul isu persekusi dari para tokoh politisi.
- Wahyu
- Rabu, 29 Agustus 2018 - 09:42 WIB
WowKeren - "Indonesia Lawyers Club" atau biasa disingkat "ILC" yang disiarkan lewat saluran televisi TvOne mendadak tidak tayang pada Selasa (28/8). Lewat akun Twitter resmi ILC, mereka mengumumkan bahwa acara ini tidak bisa tayang karena terkendala masalah teknis internal.
"Kepada pemirsa setia ILC, mohon maaf dikarenakan adanya kendala teknis, kami sampaikan bahwa hari ini, 28 Agustus 2018, untuk sementara #ILCTidakTayangLive," tulis akun mereka. "Sampai bertemu di ILC yang akan datang. Sebagai pengganti, malam ini Pkl 20.00 WIB kami tayangkan kembali >> #ILCPerangSocmed. Selamat menyaksikan."
Usai unggahan tersebut muncul, banyak pihak yang menduga bahwa program acara yang sedianya dipandu oleh Karni Ilyas itu tidak murni terkendala karena masalah teknis internal. Tetapi melalui Wakil Pemimpin Redaksi TvOne, Totok Suryanto membantah adanya tekanan dari pihak eksternal.
"Acara dibatalkan karena masalah teknis internal," ujar Totok. "Tidak benar kalau ada yang bilang ILC semalam batal karena kami mendapat tekanan dari pihak luar."
Sebelumnya sempat beredar bahwa ILC dibatalkan karena faktor keamanan. Namun untuk mengkonfirmasi hal tersebut, Totok menjelaskan jika ILC terbiasa menyewa gedung atau aula hotel menyesuaikan kapasitas tamu dan narasumber. Sehingga faktor keamanan jadi pertimbangan dengan melihat kondisi tersebut.
"Jadi ini mungkin yang keliru ketika menafsirkan faktor keamanan jadi alasan ILC dibatalkan. Bukan berarti ILC batal karena ada tekanan dari luar, apalagi ada yang menyebut tekanan dari Istana," ujar Totok.
Pengumuman batalnya program acara yang pernah menyabet penghargaan dari Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2017 itu diunggah ulang oleh Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Ia menduga, batal tayangnya ILC karena dipersekusi penguasa. Dugaannya sama seperti ketika pemerintah mempersekusi aktivis gerakan #2019GantiPresiden di sejumlah daerah.
"Wah jangan-jangan ILC dipersekusi juga via telepon penguasa," ujar Fadli Zon di akun Twitter pribadinya. "Semalam saya dihubungi jadi salah satu narsum. #rezimpanik."
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahit juga ikut berkomentar. Ia menanggapi salah satu komentar warganet yang menduga ILC menjadi korban persekusi.
"Amin semoga demikian. Lha kalau dg alasan itu, program sekelas ILC saja bisa (kembali) dibatalkan, bgmn membayangkan masa depan independensi dan kedaulatan pers?" tutur Hidayat yang juga politikus PKS. "Bagaimana membayangkan kwalitas dan legitimasi hasil Pemilu 2019? Bgmn Indonesia menyongsong 1 abad kemerdekaannya?".
"ILC" acap kali juga pernah mengalami gagal tayang. Pada akhir 2016 "ILC" pernah tidak tayang dengan alasan libur padahal saat itu sedang ada isu-isu terhangat seperti salah satunya adalah aksi 212. Pada awal 2017, "ILC" juga pernah gagal tayang tanpa alasan yang jelas dimana seharusnya tayang dengan judul "Makar". Pada 24 Januari 2017, "ILC" dengan tema "Membidik Rizieq" kembali gagal tayang dengan alasan yang juga tidak komperhensif.
(wk/wahy)