Shinta Bachir hanya menyisakan foto-foto lamaran yang tak ada wajah sang calon suami.
- Nur Khotimah
- Jumat, 21 September 2018 - 09:59 WIB
WowKeren - Kabar kurang mengenakkan menimpa Shinta Bachir dan sang calon suami, Idham Mase. Baru saja tunangan pada 8 September kemarin, jalinan kasih Shinta dengan anggota DPRD Sidrap itu dikabarkan bermasalah. Kabar miring ini santer dibahas usai Shinta baru-baru ini menuliskan sindiran di media sosial miliknya.
Shinta diduga menyindir sang suami dengan menyinggung soal tanggungjawab. "Aku pikir tampang biasa etika luar biasa hemmm ternyata NOL. Buat apa ya mendekati saya niat serius tapi tanggung jwbmu tanggung tanggung bro...untung gw sudahin kalau gak aku ludahin wuahhhahahahaha," tulis Shinta seperti diunggah @lambe_turah, Kamis (20/9).
Setelah menuliskan sindiran tersebut, foto-foto Idham Mase pun langsung lenyap dari Instagram Shinta. Aktris cantik itu menghapus foto-foto lamaran dengan Idham Mase dari akun Instagramnya. Ia hanya menyisakan foto- foto lamaran yang tak menampilkan wajah sang calon suami.
Jelas hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan netter media sosial. Banyak netter yang kemudian menyerbu postingan terbaru Shinta dan menanyakan hal tersebut. "Gegara mak lambe ni mba. Ada apose mba?" tanya netter penasaran. "Putus lg ya mba ... ketemunya kok dgn yg ga baik terus ya ...kata guru ngajiku jodoh itu cerminan diri lo mba," celetuk salah satu netter.
Sementara itu, Shinta sebenarnya sudah merencanakan pernikahannya dengan Idham Mase. Pasangan ini rencananya akan menikah bulan November mendatang. Ditemui usai lamaran pada awal September lalu, Shinta pun sempat memuji Idham Mase sebagai sosok pria yang baik dan selalu bisa menyelesaikan perselisihan di antara mereka.
"Dia baik, walau aku pertengkaran kecil-kecil. Tapi baik lagi. Karena beda jarak, terus saya Jawa, dia orang Bugis. Mungkin buat dia menyampaikan menurut dia bahasa halus, tapi buat saya kaget," kata Shinta pada 8 September lalu. "Saya enggak pernah dengar vokalnya lebih tinggi dari Jawa. Jadi kita masih sama-sama belajar."
(wk/nur2)