Unggahan Perdana Imam Darto 'The Comment' Usai Sang Ibu Meninggal, Tulis Puisi Haru untuk Mendiang
Instagram/imamdarto
Selebriti

Rasa belasungkawa netter sampaikan di kolom komentar bahkan mengaku menangis usai membaca puisi Imam Darto itu.

WowKeren - Salah satu presenter "The Comment", Imam Darto membawa kabar duka mengenai sang ibu yang meninggal dunia. Adalah Soeryati yang meninggal dunia di usia 83 tahun pada Rabu (24/10). Jenazah saat ini telah dimakamkan di TPU Tanjung Barat.

Imam kemudian mengunggah foto perdana usai kematian sang ibu ke Instagram. Terlihat pria berusia 35 tahun ini duduk berjongkok di sebelah makam ibunya mengenakan pakaian serba putih polos. Di atas makam mendiang, juga terhias rangkaian mawar putih.


Dalam unggahannya tersebut, Imam turut menulis caption puisi untuk ibunya. Puisi tersebut berisi tentang peran ganti antara Imam dan ibunya sewaktu masih hidup atau pun sesudah meninggal.

"Dulu, kau tunggu detik detik aku lahir dan menghembuskan nafas pertamaku. Sekarang, aku menunggu detik detik engkau menghembuskan nafas terakhirmu dan meninggalkanku," tulis Imam. "Dulu, kau mandikanku untuk pertama kalinya dengan tangis bahagia. Sekarang, aku memandikanmu untuk terakhir kalinya dengan tangis kesedihan. Dulu, ketika ku hadir lantunan adzan dikumandangkan ke telingaku. Sekarang, aku mengumandangkan adzan ke telingamu tanda perpisahan."

"Dulu, kau gendong aku dari tidurku untuk menenangkanku. Sekarang, aku menggendongmu menuju peristirahatan terakhirmu," lanjut rekan Yuki Kato ini. "35 tahun lalu, Allah membawaku ke pangkuanmu. Hari ini, Allah memanggilmu ke pangkuan-Nya. Nanti, aku yakin kita akan bertemu lagi. Daaa Ibu. Imam sayang Ibu. #Ibu."

View this post on Instagram

Dulu, kau tunggu detik detik aku lahir dan menghembuskan nafas pertamaku. Sekarang, aku menunggu detik detik engkau menghembuskan nafas terakhirmu dan meninggalkanku. Dulu, kau mandikanku untuk pertama kalinya dengan tangis bahagia. Sekarang, aku memandikanmu untuk terakhir kalinya dengan tangis kesedihan. Dulu, ketika ku hadir lantunan adzan dikumandangkan ke telingaku. Sekarang, aku mengumandangkan adzan ke telingamu tanda perpisahan. Dulu, kau gendong aku dari tidurku untuk menenangkanku. Sekarang, aku menggendongmu menuju peristirahatan terakhirmu. 35 tahun lalu, Allah membawaku ke pangkuanmu. Hari ini, Allah memanggilmu ke pangkuan-Nya. Nanti, aku yakin kita akan bertemu lagi. Daaa Ibu. Imam sayang Ibu. #Ibu

A post shared by Imam Darto (@imamdarto) on

Usai melihat unggahan di atas, netter pun mengaku turut berbelasungkawa di kolom komentar. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terharu dengan caption puisi Imam di atas.

"Turut berduka om Darto,,, baca captionnya tetiba mewek kangen anak dirumah," komentar akun @zeese***. "Nangis baca captionnya," sahut akun @zuzua***.

"Turut berbela sungkawa om @imamdarto semoga Ibu khusnul khotimah, ditempatkan diantara org2 yg beriman.. aamiin," tulis akun @anggh***. "@imamdarto Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka yah mam. Semoga almarhumah ibunda tercinta diterima di sisi Allah swt. Amin," balas akun @gitani***.

You can share this post!

Related Posts