Spanduk Partai Demokrat Dirobek di Riau Saat SBY Berkunjung, Annisa Pohan Geram
Instagram/annisayudhoyono
Selebriti

Annisa Pohan menilai bahwa aksi perobekan spanduk Partai Demokrat merupakan hal yang merusak demokrasi.

WowKeren - Mantan Presiden Indonesia Susilo Bamabng Yudhoyono (SBY) belum lama ini menerima hal yang tak menyenangkan. SBY menyayangkan adanya perusakan baliho dan spanduk selamat datang untuknya di Pekanbaru, Riau.

Saat memeriksa kejadian tersebut secara langsung, SBY pun tak menyembunyikan rasa sedihnya hingga mengelus dada. Ketua Umum Partai Demokrat tersebut pun bertanya-tanya mengenai penyebab kejadian tersebut.


"Sepanjang jalan ini, yang cukup panjang, memang dengan hati yang sedih saya menyaksikan hampir semua atribut Demokrat dirusak, dicabut," ujar SBY pada Jumat (14/12). "Bahkan dipotong-potong, dibuang ke parit-parit atau pun berserakan ke jalan-jalan."

Namun, SBY diketahui mengunjungi Riau di hari yang sama dengan Presiden Joko Widodo. Hal tersebut membuat SBY menyatakan bahwa ia bukanlah kompetitor Jokowi. Seperti diketahui, SBY tak lagi mencalonkan diri di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, kejadian tak menyenangkan yang diterima SBY pun dikomentari oleh sang menantu sekaligus artis Annisa Pohan. Menurut Annisa, kejadian yang menimpa sang ayah mertua tersebut bisa merusak demokrasi. Hal ini disampaikan istri Agus Yudhoyono tersebut melalui Twitter pada Sabtu (15/12).

"Apakah ini yang dinamakan Demokrasi? #PerusakDemokrasi," tulis Annisa di Twitter. Menyertai cuitan tersebut, Annisa juga mengunggah beberapa foto bukti perusakan spanduk dan baliho Partai Demokrat.

Para netter pun meminta pihak Partai Demokrat untuk melapor ke polisi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar diusut. Apalagi jika ditemukan adanya unsur adu domba di kondisi politik Indonesia yang sedang memanas jelang Pilpres.

"Lapor polisi dan Bawaslu kita lihat tanggapan dua lembaga negara ini dalam menangani kasus ini,semoga aktor dan pelakunya tertangkap," komentar netter. "Cari pelakunya sampai ketemu & apa motifnya," sambung netter lain.

"Kelakuan yg tidak terpuji," tulis netter. "Ini namanya adu domba bu....jangan mau diadu domba....cari pelakunya maka akan terungkap semua. Tidak baik menyimpulkan demokrasi kita seperti itu...itu perbuatan org tidak bertanggung jawab," seru lainnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...