Keadaan Mulai Kondusif, Pengungsi Lampung Tinggalkan Kantor Gubernur
Twitter/IFRCAsiaPacific
Nasional

Berbeda dari warga Lampung, pengungsi yang berada di kawasan Pandeglang justru belum berani kembali ke rumah.

WowKeren - Tsunami yang melanda di kawasan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam memang menelan banyak korban jiwa. Tsunami ini pun menyebabkan banyak warga waspada dan memilih untuk mengungsi. Hingga Minggu (23/12) malam, telah ada 2.500 warga Lampung yang mengungsi di Kantor Gubenur.

Namun sejak Senin (24/12) dini hari, para pengungsi tersebut sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. Dikutip dari Antara, para pengungsi memutuskan untuk kembali karena kondisi sudah mulai kondusif, terutama adanya informasi bahwa air tidak akan naik lagi. "Kita pulang karena kondisi sudah aman. Makanya kita sudah bisa pulang," ujar salah satu pengungsi, Sulastri.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lampung, Sumarju Saeni, mengatakan meski pengungsi mulai berangsur-angsur pulang pihaknya tetap menyiagakan tenda dapur darurat. Dalam keterangannya, Sumarju mengklaim bahwa sebagian sembako yang tersedia akan dikirim ke Kalianda, Lampung Selatan, untuk membantu para korban di posko pengungsian yang ada di sana.

Berkebalikan dengan warga lampung, pengungsi yang berada di kawasan Pandeglang, Banten, justru belum berani kembali ke rumah lantaran masih takut adanya gelombang susulan. Salah seorang pengungsi menyebut bahwa para warga merasa jauh lebih aman berada di pengungsian lantaran cuaca buruk masih terjadi disertai hujan lebat dan angin kencang.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo alias Jokowi juga telah menyempatkan diri menjenguk para korban tsunami di Puskesmas Labuan, Pandeglang. Presiden berusia 57 tahun ini juga sempat meninjau langsung posko bencana BNPB di kantor Kecamatan Labuan. Menanggapi tragedi ini, Jokowi sendiri mengatakan bahwa ia telah meminta kementerian serta lembaga terkait untuk memeriksa peralatan pendeteksi tsunami di Indonesia.

Ia juga berjanji akan mengganti alat-alat yang rusak pada tahun 2019. "Saya kira ini masuknya ke anggaran baru 2019. Januari itu akan saya perintahkan untuk mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama dan tidak bisa dipakai," jelas Jokowi.

Sementara itu, data terbaru menyebut bahwa ada peningkatan jumlah korban jiwa dalam bencana ini. Hingga saat ini, tercatat ada 281 orang tewas, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Sedangkan kerusakan fisik yang terjadi meliputi 611 rumah rusak, 69 hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu rusak.

You can share this post!

Related Posts