Ada beberapa partai pendukung yang belum menyumbang dana untuk kampanye pilpres, termasuk PAN dan PKS.
- Wahyu
- Kamis, 03 Januari 2019 - 16:00 WIB
WowKeren - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno rajin membagikan pada publik terkait dana kampanye mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa donatur terbesar di kubu tersebut tak lain adalah Sandiaga Uno.
Terkait sumbangan dana, beberapa waktu lalu Prabowo sempat menyindir partai koalisi yang dinilainya tidak ikut menyumbang untuk kegiatan kampanye. Ia membandingkan para elite partai tersebut dengan tukang ojek online yang sudah ikut berkontribusi menyumbang dana.
“Hei kalian elite partai, kalau kalian tidak nyumbang kelewatan kalian,” kata Prabowo di Sentul, Bogor, Desember lalu. “Ini tukang ojek saja mengirim penghasilannya kepada dana kita.”
Terkait hal ini, Sandiaga menyebutkan bahwa ia tak pernah mewajibkan partai koalisi menyumbang dana untuk keperluan kampanye. “Enggak, enggak diwajibkan,” kata Sandi saat ditemui di Gedung Dakwah, Jakarta Pusat, rabu (2/1).
Adapun alasannya adalah karena Sandi maklum akan kebutuhan partai-partai koalisi tersebut di luar kampanye yang diusungnya. Mereka juga membutuhkan dana yang tak sedikit untuk keperluan pemilu legislatif, yang mana waktu penyelenggaraannya bersamaan dengan Pilpres.
Sandiaga menuturkan bahwa hal itu sudah disampaikan ke partai-partai pendukung seperti PKS, PAN, Berkarya, dan juga Gerindra. Saat ini mayoritas dana mereka dialokasikan untuk Pileg.
“Mereka sumber dananya banyak dialokasikan untuk pemilu legislatif,” terang Sandi. “Jadi untuk PKS, PAN, Berkarya, dan juga Gerindra sendiri kita sangat memaklumi bahwa fokus sumber dana mereka di Pileg, dan itu sudah kami sampaikan juga.”
Meskipun tak memberi sumbangan dana, Sandi menilai partai-partai pendukungnya sudah banyak berkontribusi. Misalnya dengan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN).
Sebaliknya, para partai koalisi juga tak jarang mengundang Sandi dalam kampanye mereka. Justru hal ini menurut Sandi, sangat baik karena kegiatan kampanye caleg kabupaten, provinsi, dan Pilpres dapat dilakukan secara efisien.
“Sinergi ini sudah berjalan kayak misalnya ada dua titik pertemuan di Sidoarjo sama Mojokerto itu Partai Demokrat yang gagas dan galang,” jelas Sandi. “Itu kampanye Caleg kabupaten dan provinsi dan Pilpres digabung jadi dapat efisiensinya ini adalah bantuan support dari masing-masing partai.”
(wk/wahy)