Polisi Beber Dugaan Penyebab, Perusakan Nisan Makam Di Magelang Punya 'Pesan' Terselubung?
Nasional

Belasan nisan makam di Magelang diketahui dirusak oleh oknum yang belum diketahui, polisi meminta untuk tak mengaitkan peristiwa ini dengan SARA dan Pilpres 2019.

WowKeren - Belasan nisan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Magelang, Jawa Tengah dilaporkan rusak. Kepala Polsek Magelang Selatan, Kompol M. Choirul Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan atas perusakan nisan makam pada Selasa (1/1) yang lalu. Telah memeriksa kamera CCTV, polisi menyatakan bahwa perusakan tersebut terjadi pada 26 Desember 2018 lalu saat malam hari dan kondisi sepi.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa peristiwa perusakan nisan makam tersebut diduga terkait aksi vandalisme. Polisi juga menjelaskan bahwa perusakan nisan makam tak hanya terjadi pada makam Nasrani saja.

"Dugaan sementara adalah pelaku vandalisme. Mohon waktu keterangan lengkap akan kami sampaikan," jelas Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono seperti dilansir CNN Indonesia pada Jumat (4/1). "Yang dirusak tidak hanya makam Nasrani. Saat ini pihak penyidik masih memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintakan keterangannya."


Sementara itu, Direktur Ekskutif Lembaga Studi Sosial dan Agama (Elsa), Tedi Kholiludin, menyatakan bahwa tindakan perusakan ini bukanlah kriminalitas biasa. Mempehatikan pola perusakan yang lebih banyak menimpa makam Nasrani, Tedi menyebut bahwa terlalu sederhana untuk menganggap ini adalah masalah kriminal biasa. Tedi bahkan menyatakan adanya kemungkinan "pesan" terselubung yang coba disampaikan pelaku.

"Perusakan itu seperti sedang berkirim 'pesan'. Makanya simbol-simbol itu yang disasar," terang Tedi. "Saya mungkin salah menganalisis, tapi jika mencermati polanya, perlu telaah mendalam atas dugaan motif agama atas peristiwa ini."

Untuk kaitannya dengan Pilpres 2019, Tedi menyatakan bahwa dirinya belum bisa mengetahui pasti. Hanya saja, mungkin terdapat pihak-pihak yang berusaha memperkeruh suasana jelang Pilpres April 2019 mendatang.

Lebih lanjut, Tedi meminta kepada polisi agar lebih berhati-hari terhadi penyelidikan kasus ini. Hal itu karena menurutnya, pelaku sedang berusaha menebar teror yang membuat masyarakat cemas. Selain menunjukkan keberadaannya, pelaku juga mungkin tengah menunjukkan upaya delegitimasi terhadap pemerintah beserta aparat-aparatnya. Selain itu, bisa juga karena pelaku ingin menggoyang kerukunan umat beragama di Indonesia.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait