Diteror Dengan Benda Mencurigakan, Polisi Ungkap Bom di Rumah Ketua KPK Ternyata Palsu
Instagram/divisihumaspolri
Nasional

Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, benda diduga bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dinyatakan palsu.

WowKeren - Polisi masih terus mengusut kasus teror bom yang menimpa kedua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, rumah Ketua KPK beserta wakilnya didatangi orang tak dikenal yang meletakkan benda asing diduga bom rakitan.

Temuan terbaru mengungkapkan bahwa benda yang ditemukan di rumah Ketua KPK ternyata bom palsu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Polri, benda mencurigakan di dalam tas yang digantung di pagar kediaman Agus Rahardjo dipastikan bukan bom.


"Polri menyimpulkan bahwa yang ditemukan di lokasi kediaman pimpinan KPK Pak Agus di Bekasi adalah bom palsu," jelas Iqbal di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1). "Fake bomb."

Iqbal juga membeberkan benda yang ditemukan dalam tas tersebut. Ada paralon yang disusun dengan baterai, serbuk putih, paku, kabel, detonator, dan sekring sehingga menyerupai rangkaian bom.

Serbuk yang ditemukan diduga merupakan semen putih. Hasil analisis Puslabfor pun menyatakan serbuk putih tersebut tidak memiliki daya ledak.

"Tetapi tidak merupakan satu rangkaian yang selayaknya bom," ujar Iqbal. "Maka dari itu, kami menyimpulkan itu bom palsu."

Meski benda yang ditemukan ternyata bom palsu, penyidik tetap bekerja untuk menelusuri pelaku. Polisi juga sedang mendalami kasus untuk mengungkap motif di balik teror tersebut.

"Kita terus bekerja mengusut pelakunya," tutur Iqbal. "Kita akan ungkap motifnya apa. Tunggu saja."

Sebelumnya, rumah Agus yang berada di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, mendapat teror pada 9 Januari 2019. Pada hari yang sama, rumah Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, juga dilempari bom pada dini hari.

Sementara itu, bom yang ditemukan di rumah Wakil Ketua KPK, berjenis molotov. Satu bom tidak pecah dan meledak, sedangkan yang satunya menghasilkan ledakan.

Kedua kasus teror tersebut mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi menginstruksikan pihak kepolisian untuk segera menyelesaikan masalah tersebut hingga tuntas.

You can share this post!

Related Posts
Loading...