Sebut TNI Cuma Mampu Bertahan Perang 3 Hari, Pidato Prabowo Dimentahkan Dua Mantan Jenderal
Nasional

Mengaku dapat informasi dari Menteri Pertahanan Ryamizar Ryacudu, pidato Prabowo ini menuai polemik.

WowKeren - Pidato Calon Presiden Indonesa Prabowo Subianto menarik perhatian beberapa tokoh besar. Beberapa pernyatannya juga memunculkan polemik. Sejumlah kritikan diterima oleh pasangan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 ini.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyebut bahwa Indonesia mungkin tak bisa bertahan lama jika terpaksa harus terlibat dalam perang. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini menyatakan bahwa hal yang ia sampaikan itu bersumber dari info yang didapatkan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.


"Apakah ini negara kuat? negara yang bisa langgeng? Bahkan menteri pertahanan yang sekarang mengatakan kalau Indonesia terpaksa perang hari ini, kita hanya bertahan 3 hari karena peluruh hanya 3 hari," ujar Prabowo dalam pidato "Indonesia Menang" pada Senin (14/1) kemarin. "Bukan saya yang sampaikan itu, menteri pertahanan yang sekarang. Beliau patriot dan ingin ini diketahui rakyat."

Tak disangka, ucapan Prabowo tersebut mengundang perhatian dua mantan jenderal yang kemudian mementahkan pernyataannya. Moeldoko yang merupakan mantan pangliman TNI menyatakan rasa tersinggungnya atas pidato tersebut. "Sebagai mantan panglima TNI, saya tersinggung. Itu mendegradasi semangat prajurit," terang Moeldoko seperti dilansir dari Merdeka pada Kamis (17/1).

Moeldoko juga menjelaskan bahwa kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini menempati urutan ke-15 di dunia. Untuk tingkat ASEAN, TNI menjadi yang terkuat. Dunia juga mengakui bahwa Kopassus Indonesia menjadi salah satu pasukan khusus nomor satu.

Sementara itu, mengenai pidato Prabowo yang menyebut bahwa amunisi senjata Indonesia kurang, Moeldoko juga memberikan bantahan. "Amunisi kita cukup untuk berbulan-bulan, kita punya pabrik sendiri," tegas Moeldoko.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan bantahan terkait pernyataan Prabowo tersebut. "Memang ada saya bicara begitu, tapi waktu diskusi pada 10 tahun yang lalu, pada waktu itu kondisi negara kelangkaan minyak, itu masalah minyak kok," terang Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, JakartaPusat, pada Rabu (16/1) kemarin.

Ryamizard lantas menegaskan bahwa sumber daya Indonesia sudah sangat mampu untuk mengatasi perang. Ia menegaskan bahwa Indonesia bisa bertahan hingga 1.000 tahun lamanya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...