Alasan Vanessa Angel Nyambi Prostitusi Karena Desakan Utang, Tangisan Isyaratkan Depresi?
Selebriti

Polisi, pakar ekspresi hingga psikolog menganalisa masalah Vanessa Angel yang ditetapkan sebagai tersangka dalam bisnis prostitusi online.

WowKeren - Banyak pihak bertanya-tanya soal motivasi Vanessa Angel mau terlibat bisnis prostitusi online. Rupanya, polisi tahu alasan dibalik transaksi prostitusi yang dilakukan Vanessa itu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap kalau Vanessa sebenarnya tak buka tarif Rp 80 juta. Saat bicara dengan muncikari, harga awal Vanessa adalah Rp 40 juta. Faktor utama Vanessa "menjual diri" itu karena desakan utang.


"Dalam komunikasi dengan mucikari, dia sangat intens sekali dan mengeksplore dirinya, bahwa dia mengirim fotonya, terus dia menentukan harganya, ya, dia minta kalau nggak salah, minta 40 (Rp 40 juta) langsung," kata Luki dalam acara "Inside Story". "Ya, dengan harganya, dengan fotonya, dan minta selalu dicarikan. Karena dia sendiri bilang, ingin menyelesaikan utang-utangnya, itu ada dalam komunikasinya semuanya."

Luki menambahkan kalau tarif Vanessa naik setelah dimark-up oleh muncikari. "Rp 80 juta itu betul, transfernya memang Rp 80 juta, ada buktinya, ada rekannya. Tapi si saudara VA (Vanessa Angel) sendiri, dia membuka harga di 40. Nah, yang sisanya itu, karena itu ada beberapa link, dia menaikan, menaikan, jadi masing-masing e... istilahnya, e.... calon-calon ini, calon oknum artis ini, dia udah punya harga masing-masing," lanjut Luki.

Sejauh ini, Vanessa masih membantah soal keterlibatannya. Ia juga nampak tertekan karena terus-terusan disorot media. Ketika jumpa pers setelah ditetapkan sebagai tersangka, Vanessa sempat menangis.

Tangisan Vanessa pada 16 Januari itu sempat dianalisa oleh pakar ekspresi Kirdi Putra. Menurut Kirdi, Ekspresi Vanessa sebelum dan sesudah jadi tersangka tetap sama. Namun soal tangisan itu, Kirdi merasa sedikit janggal.

"Jadi kalau misal kita bandingkan saat setelah dia jadi tersangka dan sebelum jadi tersangka, sebetulnya ada beberapa ekspresi yang cukup sama ya," kata Kirdi. "Tetapi memang ada sedikit perbedaan ya, ada sedikit hujan derai air mata setelah Vanessa jadi tersangka. Masalahnya adalah air mata ini sebetulnya air mata apa?"

Kirdi menilai tangisan Vanessa bisa diartikan dia kecewa tapi belum diketahui ditujukan pada siapa ataupun alasannya. "Seseorang itu bisa menangis karna menyesal atau bisa menangis karena ketangkap. Yang mana Vanessa kita tidak bisa bedakan secara jelas kali ini. Ingat bahwa Vanessa menitikkan air mata saat dia masuk ke topik-topik tertentu yang berhubungan keluarga. Dan bisa saja dia kecewa karena orang-orang itu dia kenal misalnya seperti itu, bisa jadi lho. Jadi tangisan Vanessa bisa saja yang bersifat tematik dalam artian hubungan keluarga, hubungan pasangan, atau dikhianati misalnya," kata Kirdi.

Tak cuma tangisan, kejiwaan Vanessa juga sempat dianalisa oleh psikolog Oriza Sativa. Vanessa dinilai tak cuma kecewa tetapi juga tertekan karena perubahan drastis dalam hidupnya. Jika sebelumnya hidup Vanessa bergelimang harta dan terlihat bahagia, ia kini diterpa masalah hukum yang cukup berat.

"Berapapun pendapatan kita tak akan pernah cukup tanpa didasari pemikiran yang positif dan pengelolaan kebutuhan yang optimal," kata Oriza. "Maksudnya, orang tersebut bisa stres dan syok mendadak. Bangkrut juga bisa bikin stres, kaya juga begitu dan lupa diri serta berubah kepribadiannya atau kita sebut deeper personalisasi."

You can share this post!

Related Posts