Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menuliskan cuitan dukungan untuk musisi sekaligus politikus, Ahmad Dhani.
- Diah Candra Trisanti
- Selasa, 29 Januari 2019 - 12:29 WIB
WowKeren - Ahmad Dhani mendapat vonis 1,5 tahun penjara. Hukuman itu bermula saat Dhani dianggap melakukan penyebaran ujaran kebencian di akun Twitter miliknya.
Dhani kini berada di Rutan Cipinang. Menurut Oga Darmawan, Karutan Cipinang, Dhani sedang menjalani masa pengenalan lingkungan. Dhani diperlakukan sama dengan tahanan lainnya.
Menanggapi kabar penangkapan Dhani, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan dukungan. Dukungan itu dituliskan melalui akun Twitter miliknya belum lama ini.
Menurut Fahri, penahanan Dhani akan membuat elektabilitas Presiden Joko Widodo alias Jokowi menurun. Ia pun menyebut pemerintah menunjukkan sikap blunder.
Penahanan langsung @AHMADDHANIPRAST hari ini menurut saya akan membuat elektabikitas petahan turun sampai 5%. Saya semakin percaya bahwa petahana sedang dijatuhkan secara sistematis. Kasus2 akan dimunculkan untuk mengakhiri petahana. Kritik @prabowo menemukan momentum.
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) 28 January 2019
Tidak untuk memprovokasi tapi ini keyakinan saya bahwa @AHMADDHANIPRAST akan menjadi martir bagi kemenangan penantang. Kerugian (suka atau tidak) akan diderita oleh petahana. Sejak kasus pembebasan ABB kemarin sampai hari ini adalah Blunder. Masih ada 80 hari lagi.
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) 28 January 2019
Fahri juga mendoakan agar masyarakat tidak menjadi bagian dari kedzaliman. Ia memperingatkan agar masyarakat juga waspada saat berpendapat.
"Koruptor itu jahat. Begal itu jahat. Perampok dan pemerkosa jahat. Penista Agama itu jahat..." lanjut Fahri. "Tapi mulai hari ini, di negeri ini saja. Memaki predikatnya (bukan orangnya) dapat membuat anda masuk penjara. Inilah negara hukum warisan rezim sekarang. Waspadalah!"
Koruptor itu jahat.
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) 28 January 2019
Begal itu jahat.
Perampok dan pemerkosa jahat.
Penista Agama itu jahat...
....
Tapi mulai hari ini, di negeri ini saja. Memaki predikatnya (bukan orangnya) dapat membuat anda masuk penjara.
...
Inilah negara hukum warisan rezim sekarang. Waspadalah!
Tapi yang lebih tragis dari semua itu adalah karena pemerintah memilih-milih dari semua yg dianggap sebagai kejahatan serupa: “Siapa yang akan dipenjara dan mana yang akan hanya penghias berita”. Inilah pemandangan kita hari ini. Nusantara Mendung, Bangsa Meneteskan Airmata.
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) 28 January 2019
Namun cuitan Fahri justru menuai pro kontra. Banyak yang mendukung cuitan tersebut, sedangkan netter lainnya justru merasa miris.
"Emang benar bangsa ini meneteskan air mata kebahagiaan atas di penjara nya AD.biar insyaf.mulutmu harimau mu," tulis akun @Mul***tna. "Kenapa hanya 1,5 thn???? meski di bebaskanpun orang ini tidak ada taubatnya.....aku yakin itu," balas akun @Rofi***aby.
"Jelas #AhmadDhaniKorbanRezim sema paham #AhmadDhaniKorbanRezim," timpal akun @Dus****am27. "Bali cerah om ,kalaupun mendung, emang sekarang lg musim hujan, air mata saya mahal harganya, pantang meneteskan air mata demi se orang ahmad dani," tambah akun @Ramad****348.
(wk/diah)