Tanggapi Kritik Lewat Puisi, BPN Prabowo Minta Sri Mulyani Mundur Jika Tak Ikhlas Bekerja
Instagram/smindrawati
Nasional

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan bahwa Sri Mulyani tidak perlu membanggakan kerja pemerintah lewat puisinya.

WowKeren - Pada Jumat (1/2) kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunggah sebuah puisi berjudul "Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang". Puisi tersebut merupakan tanggapan terkait ucapan Prabowo Subianto yang menyebut dirinya "menteri pencetak utang".

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan bahwa Sri Mulyani tidak perlu membanggakan kerja pemerintah lewat puisinya. Menurutnya, hal tersebut memang kewajibannya sebagai pegawai pemerintah.

"Kalau baca puisinya Sri Mulyani, yang bilang kami kerja siang-malam, itu kan tugas pemerintah. Nggak perlu anda bangga-banggakan, itu tugas anda, pemerintah," ujar Andre, Sabtu (2/2) ini, seperti dikutip dari Detik. "Kalau anda nggak bekerja untuk rakyat, membangun infrastruktur, membangun kelas, jalan, ngapain anda jadi pemerintah."

Andre juga meminta Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya jika tidak ikhlas dalam bekerja. Ia juga menilai Sri Mulyani salah memahami maksud kritik dari Prabowo terkait utang Indonesia.


"Itu tugas pemerintah, nggak perlu anda banggakan. Kalau anda nggak ikhlas, anda mundur saja," lanjtunya. "Nah, permasalahannya yang dikritik Pak Prabowo, hal yang Anda lakukan membangun jalan, jembatan, lalu embung, dan hal lainnya itu bisa dilakukan tanpa berutang kalau pemerintahnya kreatif."

"Yang harus dipahami Bu Menteri, kalau pemerintah ini kreatif, serius membangun bangsa, bisa tanpa cara berutang. Itu yang akan ditawarkan Prabowo-Sandi memimpin Indonesia tanpa perlu berutang," ucap Andre. "Kalaupun berutang, tidak perlu sebanyak sekarang ini. Caranya kan sudah berkali-kali disampaikan oleh Pak Prabowo, Pak Hashim, dan berkali-kali oleh BPN."

Sebelumnya, Prabowo mengkritik utang Indonesia yang dinilainya menumpuk saat memberikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan," kata Prabowo di Jakarta Timur, Sabtu (26/1). "Mungkin menteri pencetak utang."

Ia kemudian menyoroti utang Indonesia yang tak kunjung habis. Ia mengkritik keras pemerintah yang disebutnya bangga berutang. "Utang menumpuk terus, bangga berutang, yang suruh bayar orang lain," lanjut Prabowo.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait