Sama seperti Hari Natal dan Hari Lebaran, Tahun Baru Imlek juga memiliki banyak makanan khas. Ini maknanya!
- Nur Islamiyah
- Senin, 04 Februari 2019 - 16:44 WIB
WowKeren - Tahun Baru Tionghoa atau yang dikenal dengan sebutan Imlek jatuh pada 5 Februari 2019 ini. Tahun Baru Imlek ditentukan berdasarkan peredaran Bulan dan dirayakan dari tanggal 1 hingga 15 (selama 2 minggu) pada bulan ke-1 dalam Kalender Tionghoa. Tahun baru ini ditutup dengan perayaan Cap Go Meh, yakni saat bulan purnama.
Nah, yang namanya perayaan, enggak lengkap tanpa namanya makanan. Sama seperti Hari Natal dan Hari Lebaran, Tahun Baru Imlek juga memiliki banyak makanan khas. Tak hanya itu, makanan-makanan tersebut juga memiliki makna, lho. Jadi, enggak sembarangan dihidangkan.
Berikut 10 makanan khas Imlek beserta makna mendalamnya. Yuk cari tahu di sini.
(wk/nris)1. Kue Keranjang, Penutup Hal-Hal Buruk
Salah satu hidangan khas Imlek adalah kue keranjang. Dalam Bahasa Tionghoa, kue ini disebut dengan Nian Gao sementara dialek Hokkian, disebut dengan Ti Kwe yang berarti "kue manis", pelafalannya terdengar seperti kata yang bermakna "tinggi". Maka dari itu, kue keranjang disusun bertingkat-tingkat hingga tinggi. Penyusunannya juga makin ke atas makin kecil. Hal tersebut bermakna peningkatan rezeki atau kemakmuran.
Selain itu, kue keranjang bermakna sebagai penutup hal-hal buruk pada saat Imlek berlangsung. Kue ini juga melambangkan sebuah keyakinan agar selalu mendapat kebaikan di hari-hari selanjutnya. Nah, oleh karena itu, kue keranjang wajib banget ada di perayaan Imlek.
2. Manisan Segi Delapan yang Punya Makna Masing-Masing
Sajian khas lainnya saat Tahun Baru Imlek adalah manisan segi delapan. Makanan khas satu ini biasanya berbentuk kotak yang dibagi delapan dengan sekat. Dalam setiap kolom akan diisi berbagai makanan manis yang menarik. Perlu kalian tahu bahwa setiap makanan di dalamnya memiliki makna masing-masing.
Manisan melon di dalam kotak tersebut melambangkan kesehatan dan kemakmuran, kelengkeng berarti banyak anak, sementara buah leci melambangkan ikatan keluarga yang kuat. Kacang tanah menandakan doa agar panjang umur serta biji teratai melambangkan kesuburan. Sebenarnya, isian dalam manisan segi delapan bisa diganti dengan makanan lain yang melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
3. Kue Mangkok Melambangkan Keberuntungan
Fa Gao atau yang dikenal dengan kue mangkok juga menjadi sajian yang wajib ada saat perayaan Imlek. Kue mangkok biasanya berwarna merah, namun ada juga yang dibuat dengan warna-warni. Kue ini memiliki bentuk yang mirip dengan bolu kukus yang mengembang pada bagian atasnya.
Kue mangkok memiliki arti yakni, Fa, mengembang karena diberi ragi, sementara gao adalah kue. Fa rupanya juga memiliki arti kemakmuran. Selain itu, warna cerah yang digunakan untuk membuat kue mangkok diharapkan akan membawa keberuntungan. Konon katanya, semakin banyak kelopak yang mekar pada kue mangkok, semakin makmur dan banyak kekayakan pula di tahun baru.
4. Makna Jeruk Mandarin saat Imlek Melambangkan Rezeki Berlimpah
Salah satu buah yang enggak boleh ketinggalan saat imlek adalah jeruk Madarin. Buah jeruk yang digunakan biasanya yang masih memiliki tangkai dan daun. Jeruk yang masih utuh ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh.
Selain itu, jeruk saat perayaan Imlek menadakan rezeki yang berlimpah. Warna jeruk yang keemasan juga dianggap menguntungkan, melambangkan kekayaan serta keberuntungan. Maknanya dalam sekali, ya.
5. Lapis Legit Disajikan Masyarakat Tionghoa di Indonesia
Lapis legit sebenarnya tidak disajikan saat perayaan Imlek di Tiongkok. Pasalnya, kue ini memang bukan berasal dari negara tersebut, melainkan Belanda. Di Indonesia sendiri, hidangan satu ini jadi salah satu ciri khas Imlek.
Masyarakat Tionghoa di Tanah Air percaya bahwa kue yang berlapis-lapis ini melambangkan rezeki yang terus berdatangan dari berbagai arah. Penjual kue lapis legit bagai ramai pesanan, nih menjelang Imlek.
6. Eight Treasure Soup atau Sup Delapan Harta Karun
Pernah mendengar tentang eight treasure soup alias sup delapan harta karun? Sesuai dengan namanya, sup ini memiliki bahan-bahan yang mewah banget di dalamnya. Sebut saja teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginko dan biji lotus dapat kalian nikmati dalam satu mangkuk sup.
Angka delapan yang berbentuk garis menyambung dianggap melambangkan kesatuan dan kesempurnaan. Menyantap sup ini juga merupakan harapan dari usaha atau bisnis berkembang pesat di tahun baru. Sup hangat ini juga baik untuk tubuh, apalagi Tahun Baru Imlek di Indonesia, lekat dengan hujan.
7. Siu Mie Hadir Mewarnai Meja Makan saat Imlek
Siu Mie mungkin tampak seperti mie goreng biasa. Sajian ini dikenal dengan mie panjang umur. Maknanya juga berarti kebahagiaan serta rejeki yang melimpah bagi orang yang menyantapnya.
Cara menyantap Siu Mie cukup unik. Kalian harus mengonsumsi mie ini secara utuh tanpa di gigit. Pasalnya, jika terputus akan memiliki makna yang tidak baik. Mie ini baru boleh digigit dan dikunyah setelah semua bagiannya sudah ada di dalam mulut.
8. Oalahan Daging Babi Sebagai Pembawa Keberuntungan
Hidangan khas Imlek lainnya adalah olahan daging babi. Hidangan ini dipercaya sebagai pembawa keberuntungan karena diibaratkan seperti kantong yang menampung banyak rejeki. Dengan memakan babi, diharapkan orang yang mengonsumsinya tidak akan menjadi malas. Seperti diketahui, babi adalah hewan yang malas.
9. Yu Sheng dengan Tradisi Lo Hei yang Unik
Yu Sheng merupakan salad yang terdiri dari sayuran yang telah diiris seperti wortel, lobak, timun dan dicampur dengan potongan ikan tuna atau salmon mentah. Ikan tersebut sebelumnya direndam dalam campuran minyak wijen, minyak goreng dan merica. Selain itu, ada saus yang dibuat dari campuran minyak goreng dan minyak wijen dengan tambahan saus buah plum, gula pasir serta bubuk kayu manis.
Tradisi memakan Yu Sheng juga cukup unik, lho. Tradisi yang disebut lo hei itu, ditandai dengan seluruh keluarga yang duduk dalam satu meja dan bersama-sama mengangkat Yu Sheng dengan sumpit. Semakin tinggi hidangan terangkat, hal itu dianggap semakin baik dan melambangkan harapan akan terkabul serta semakin baik pula peruntungan di tahu baru.
10. Ikan Bandeng Sebagai Simbol Kelimpahan dan Kemakmuran
Makanan berat selanjutnya adalah ikan bandeng. Dalam aksara Tiongkok, ikan dan berkelebihan sama-sama dibaca sebagai "yu". Maka, tidak heran bila hidangan olahan daging ikan kerap memenuhi meja makan saat perayaan Imlek. Sajian ikan tersebut dianggap sebagai simbol kelimpahan dan kemakmuran.
Nah, di Indonesia sendiri, ikan yang biasanya disajikan adalah ikan bandeng. Ikan ini diyakini dapat memberi rezeki dan keberuntungan terus menerus. Ikan bandeng diolah lengkap dari kaki hingga ekor. Minimal berat ikan yang disajikan adalah tiga kilogram agar dapat disantap oleh seluruh anggota keluarga.
Selain itu, berbicara soal Imlek, enggak lengkap jika kalian belum mengetahui ramalan shio paling mujur dan tidak beruntung di tahun 2019 atau tahun babi tanah. Simak di sini, ya!