Sandi menyebutkan bahwa saat ini, pihaknya tengah fokus pada apa yang diinginkan masyarakat.
- Nur Islamiyah
- Selasa, 05 Februari 2019 - 15:46 WIB
WowKeren - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan bahwa kubu Prabowo Subianto menggunakan strategi "Propoganda Rusia". Jokowi juga menyatakan adanya keterlibatan konsulat asing dalam strategi kampanye Prabowo-Sandiaga Uno.
Menanggapi hal tersebut, calon wakil presiden nomor urut 02 memastikan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan konsultan politik asal Rusia atau bekerja sama dengan pihak Rusia untuk menyebar propoganda demi menang di Pilpres 2019. Ia juga meminta para Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk tidak menanggapi tudingan Jokowi.
"Dapat kami pastikan itu [menggunakan konsultan asing asal Rusia] tidak betul," ujar Sandi. "Saya tidak ingin sahut-menyahut dengan Pak Presiden itu, tuduhan Pak Presiden jangan kita tanggapi."
Sandi menyebutkan bahwa saat ini, pihaknya tengah fokus pada apa yang diinginkan masyarakat. "Semua fokus propaganda kita ingin menciptakan lapangan kerja, berjuang bersama rakyat, rakyat yang merasa ditinggalkan oleh pemerintah dari segi keseharian mereka menghadapi tekanan ekonomi, menghadapi ketidakadilan, menghadapi kesenjangan," katanya.
Selain itu, Sandi meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk mengungkapkan siapa nama konsultan yang digunakan oleh Prabowo pada 2014 silam. Hasto sempat menyebutkan bahwa pihaknya mengetahui dengan pasti saat Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menggunakan konsultan asing untuk memenangkan Pilpres.
"Mungkin Pak Hasto bisa menyebutkan siapa namanya [konsultan tersebut] karena publik perlu mengetahui," lanjutnya. "Tapi untuk pilpres kali ini karena saya menjadi bagian dari Prabowo-Sandi pasangan calon kita tidak menggunakan yang dituduhkan itu."
Sebelumnya, Jokowi menyebutkan bahwa ada tim sukses yang tengah menyiapkan propaganda Rusia saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Sabtu (2/1) lalu. Ia lantas menyoroti beberapa kabar hoaks yang banyak tersebar belakangan.
"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia!," ungkap Jokowi. "Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual."
(wk/nris)