Foto Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, berpose kampanye di sebuah SMA beredar di aplikasi messenger.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 06 Februari 2019 - 14:56 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, beredar foto Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berpose kampanye di SMA Pangudi Luhur (PL) Jakarta. Foto tersebut beredar di aplikasi messenger.
Ada dua foto Sandi yang beredar kala ia berada di lapangan basket indoor PL. Foto pertama menunjukkan Sandi berpose dengan tiga orang.
Mereka mengenakan kaus kembar bergambar muka Sandi dengan tulisan "He's My Brother, Anak PL Dukung Anak PL". Tak hanya itu, mereka juga tampak berpose dua jari khas paslon nomor urut 2 dengan menaikkan jari telunjuk dan jempol.
Lalu di foto kedua tampak Sandi berpose dengan 16 pria lain. Sebagian mengenakan kaus yang serupa dengan milik Sandi. Mayoritas juga melakukan pose dua jari.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi buka suara. BPN Prabowo-Sandi mengungkapkan bahwa foto tersebut diambil saat sekolah sedang libur.
"Itu bukan kampanye," jelas juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Rabu (6/2). "Itu waktu hari libur, dan biasa alumni bermain basket di sana."
Tentang pose dua jari, BPN mengaku hal tersebut tidak masuk kampanye. Pasalnya, Sandi hanya bermain basket bersama teman-temannya di kawasan SMA PL.
"Tidak ada pembicaraan visi-misi, hanya bermain basket," terang Andre. "Bang Sandi kebetulan alumni PL, dan diajak rekan-rekannya untuk main basket."
Diketahui, Sandi bermain basket bersama rekan-rekannya di SMA PL pada Sabtu (2/2) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah alumni PL juga berkumpul untuk memberi masukan terkait kelanjutan sekolah tersebut.
"Ada beberapa kegiatan pagi ini, temen-temen lulusan SMA Pangudi Luhur datang berkumpul memberikan masukan, aspirasi, gimana sekolah yang sama-sama membesarkan nama kita ini bisa kita dorong terus," ujar Sandi setelah bermain basket. "Jadi tadi temen-temen kumpul. Harapannya, saya juga ikut mendorong, mempromosikan, mengajak para warga di wilayah sini untuk mengirimkan anaknya untuk bersekolah di SMA Pangudi Luhur. Ini saya dulu 3 tahun di sini, lulus tahun 87."
Sandi pun telah menjelaskan bahwa bukan berarti mantan sekolahnya tersebut memberi dukungan pada paslon nomor urut 02 di Pilpres 2019 mendatang. Ia menegaskan bahwa teman-temannya hanya memberi aspirasi saja.
"Enggak, enggak, Pangudi Luhur ini sebuah sekolah yang sangat mendukung pluralisme, saya muslim dan ini sekolah Katolik, tapi yang kita jaga adalah brotherhood," tegas Sandi. "Mereka datang ke sini memberikan aspirasi, kekhawatirannya bahwa sekolah yang sudah membesarkan kita ini, dan sudah banyak. Menteri Keuangan dari sini, ada jenderal-jenderal juga dari sini, duta besar juga dari Pangudi Luhur, jangan sampai cerita legendaris Pangudi Luhur putus sampai di sini karena siswanya kurang."
(wk/Bert)