Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Harga Avtur
Twitter/jokowi
Nasional

Rapat digelar untuk melakukan evaluasi terhadap mahalnya harga avtur yang memberatkan pihak maskapai.

WowKeren - Harga avtur yang sangat tinggi menjadi salah satu penyebab maskapai untuk menaikkan tarif pesawat. Untuk menindak lanjuti masalah ini, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggelar rapat bersama para menteri pada Rabu (13/2).

Jokowi meminta agar menteri yang berkaitan mau melakukan evaluasi terhadap harga avtur yang dinilai sangat memberatkan pihak maskapai. Dari rapat tersebut, diharapkan dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan efisiensi.


"Tadi, saya sudah perintahkan menteri untuk dihitung ya," kata Jokowi di Istana Merdeka pada Rabu (13/2). "Mana yang belum efisien, mana yang bisa diefesiensikan. Nanti akan segera diambil keputusan."

Selain Menteri BUMN Rini Soemarno, ada beberapa menteri lainnya yang ikut hadir. Seperti Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono.

Jokowi berharap agar para menteri melakukan kalkulasi secara teliti. Dalam rapat evaluasi tersebut, Jokowi berharap masing-masing menteri bisa memberikan alternatif pilihan. Baru kemudian presiden akan mengambil keputusan.

"Wong baru saja saya perintah tadi untuk melihat, membuat perhitungan membuat kalkulasi," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Apakah ada opsi-opsi seperti apa, baru disampaikan kepada saya."

Sebelumnya, Jokowi mengaku kaget mengetahui mahalnya tiket pesawat di Indonesia saat ini. Setelah ditelisik lebih lanjut, ternyata harga avtur yang kian mahal menjadi salah satu penyebabnya. Untuk tetap bertahan, maka maskapai mau tidak mau mau harus menaikkan tarif.

Lebih lanjut, diketahui bahwa selama ini penjualan avtur di bandara di monopoli oleh pihak BUMN sendiri, yang tak lain adalah PT Pertamina. Terkait hal ini, Jokowi sempat memiliki wacana untuk membuka kompetisi penjualan avtur dengan memperbolehkan pihak swasta ikut menjual bahan bakar yang satu ini di bandara.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga ikut angkat bicara mengenai wacana ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto membenarkan bahwa selam ini memang belum ada perusahaan selain Pertamina yang menjual avtur di bandara.

You can share this post!

Related Posts
Loading...