Mahfud menilai bahwa cuitan tersebut menghina harga dirinya sebagai pejuang antikorupsi.
- Wahyu
- Jumat, 01 Maret 2019 - 14:28 WIB
WowKeren - Media sosial memang menawarkan kebebasan bagi siapapun untuk menyuarakan pendapat, tak terkecuali kritik dan saran untuk pemerintah. Namun, perlu juga diperhatikan bahwa penggunaannya juga harus dilakukan secara bijak.
Jangan sampai unggahan di media sosial menimbulkan kericuhan publik. Sebab, jika apa yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ada maka bisa disebut hoaks dan tak menutup kemungkinan akan berakhir di meja hijau.
Seperti yang terjadi pada salah satu akun Twitter @KakekKampret_. Akun ini dipolisikan lantaran menyebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Mahfud MD memiliki satu unit mobil yang merupakan hasil suap. Dalam cuitannya, akun tersebut menanyakan apakah benar mobil Camry milik Mahfud adalah hasil setoran dari pengusaha besi di Karawang yang tak lain adalah mantan calon bupati asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP," cuit akun @KakekKampret_ pada Rabu (27/2). "Jika bener atas dasar apa pemberian itu. Kakek Sekedar bertanya. #17April2019GantiPresiden."
Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu
kakek sekedar bertanya 🤣🤣#17April2019GantiPresiden
— Kakek Kampret (@KakekKampret_) February 27, 2019
Meski kalimat tersebut berupa pertanyaan, namun Mahfud menilainya sebagai sebuah penghinaan. Ia kemudian mencontohkan pertanyaan serupa yang terang-terangan menunjukkan penistaan.
"Dalam kalimat itu bertanya, tapi ini nistaan. Sama dengan saya bertanya kamu berzina dengan ibumu apa benar? Itu kenistaan meskipun pertanyaan," kata Mahfud di Mapolres Klaten, Jumat (1/2). "Mengapa tidak berzina dengan mertuamu saja? Itu kan hinaan."
Sebelumnya, Mahfud sempat memberikan Likes pada cuitan tersebut. Dengan harapan, pemilik akun mau meralat apa yang ditulisnya. Namun, akun itu justru bertanya mengapa Mahfud tidak menjawabnya.
"Malah ditambahin tadi malam, sekitar jam tujuh atau jam enam muncul lagi," ujar Mahfud. "(Dia bilang) 'Saudara Mahfud kenapa tidak dijawab'. Kurang ajar ini."
Menurut Mahfud, cuitan tersebut telah mempermainkan harga dirinya sebagai pejuang antikorupsi. "Saya itu pejuang antikorupsi, masa saya menerima setoran begitu," pungkas Mahfud.
(wk/wahy)