Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut bahwa Rian merupakan seorang pengusaha kaya dan masih lajang.
- Annisa Rahmaniyah Afifah
- Senin, 04 Maret 2019 - 14:26 WIB
WowKeren - Kasus prostitusi yang menimpa Vanessa Angel hingga saat ini masih menyisakan pertanyaan. Banyak yang penasaran dengan sosok pemesan Vanessa yang disebut-sebut bernama Rian.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut bahwa Rian merupakan seorang pengusaha yang memiliki cukup banyak perusahaan, salah satunya tambang pasir di Lumajang, Jawa Timur. Polisi menambahkan bahwa sosok Rian merupakan pria 45 tahun yang berdomisili di Jakarta Pusat dan masih lajang.
Meski sempat mendatangkan Rian sebagai saksi, hingga saat ini polisi belum juga memeriksa Rian terkait keterlibatannya dalam kasus prostitusi online. Rupanya polisi masih menguatkan bukti-bukti lain berupa data digital. Tak hanya untuk Rian, namun juga untuk pelanggan lainnya.
"Untuk sementara, kami masih menguatkan data digital keterkaitan daripada pihak user pengguna ini," kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/2). "Tadi kami diskusikan juga dengan pihak Komnas Perempuan."
Yusep mengaku memang pemeriksaan data digital forensik dari handphone muncikari dan Vanessa belum selesai. "Sementara belum. Data digital kita sedang kuatkan," kata Yusep.
Polisi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa semua data yang ada. Selain itu, banyaknya jumlah pengguna yang ditemukan tanpa nama dan identitas lengkap pun menjadi salah satu kendala.
"Untuk user-user ini kan sedang kami kuatkan sesuai bukti petunjuk sesuai dengan data digital yang ada dan ini kita harus sinkronisasi antara akun, nomor telepon dan sebagainya, dan kita tindak lanjuti kepada nama-nama," kata Yusep. "Ini dunia maya, anonymous daripada sifatcyber crime ini yang harus kita pertanggungjawabkan tidak sekadar nama yang digunakan dunia maya, ada yang di NIK. Kita compare lagi dengan nomor telepon, rekening."
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga kan berdiskusi dengan Komnas Perempuan terkait para penyewa jasa prostitusi. "Untuk sementara, kami masih menguatkan data digital keterkaitan daripada pihak user pengguna ini, kami diskusikan juga dengan pihak Komnas Perempuan," kata Yusep.
(wk/anni)