Sandiaga meminta momen ini dimanfaatkan agar aparat semakin ketat mencegah peredaran narkoba di Indonesia.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 05 Maret 2019 - 11:44 WIB
WowKeren - Calon Wakil Presiden Indonesia nomor urut 02, Sandiaga Uno akhirnya turut buka suara soal penangkapan Wasekjen Demokrat, Andi Arief. Diketahui, Andi ditangkap polisi lantaran penyalahgunaan narkoba pada Senin (4/3) kemarin.
Beberapa perwakilan Partai Demokrat sudah mengemukakan pendapatnya. Mereka mengaku kaget dan tak menduga jika Andi Arief menggunakan narkoba. Kini, giliran Sandiaga sebagai cawapres yang turut didukung Partai Demokrat, turut memberikan respon.
Sandiaga mengaku terkejut dan ikut prihatin terhadap kasus penangkapan Andi Arief. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menyatakan jika paslon 02 sangat menolak adanya penyalahgunaan narkoba.
"Pertama-tama saya terkejut sekali, kaget dan saya sangat prihatin. Tentu keprihatinan yang sangat mendalam," terang Sandiaga kepada wartawan pada Selasa (5/3). "Prabowo-Sandi melihat bahwa narkoba itu ancaman yang merusak sendi-sendi kebangsaan kita. Kita lihat banyak sekali di Amerika Latin Narco-State, di mana narkoba ini sudah menjadi ancaman yang datangnya bukan menengah dari kelas menengah ke bawah, tapi menengah ke atas sehingga dari segala golongan."
Di sisi lain, Sandiaga meminta kepada banyak pihak untuk tak saling menyalahkan terkait penangkapan Andi Arief ini. Sandiaga lantas berharap penangkapan Andi Arief bisa menjadi momen untuk semakin memperketat pencegahan peredaran narkoba.
"Jadi mari kita gunakan kesempatan ini untuk tidak saling menyalahkan tetapi ikut prihatin kepada situasi ini dan mendoakan yang terbaik. Kita berdoa yang terbaik untuk Andi Arief," terang Sandiaga. "Kita juga ingin semua aparat, masyarakat, pemerintah, dunia usaha untuk perang total, all out untuk memastikan peredaran dan penggunaan narkoba ini bisa kita hapuskan dari Indonesia."
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, justru menyalahkan Presiden Joko Widodo atas penangkapan Andi Arief. Ia menilai Jokowi telah gagal memberantas peredaran narkoba di era pemerintahannya.
Arief juga meminta agar Andi Arief segera direhabilitasi saja. "Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengonsumsi narkoba, maka Andi Arief harus segera direhabilitasi saja dari ketergantungan narkoba di Rumah Rehabilitasi dari ketergantungan narkoba milik negara," terang Arief.
(wk/silm)