Film 'Dilan 1991' Diparodikan Jadi Iklan, Max Pictures Kirim Surat Terbuka ke Presiden
Instagram/dilanku
Film

Rumah produksi 'Dilan 1991' menyayangkan tindakan salah satu e-commerce yang sebelumnya sempat mengontrak girlband asal Korea Selatan tersebut.

WowKeren - Film "Dilan 1991" kembali membuat kehebohan. Bukan karena angka penonton yang meningkat secara signifikan, melainkan iklan salah satu e-commerce bertajuk "Dilon 2009".

Pihak Max Pictures selaku rumah produksi yang menaungi "Dilan 1991" merasa dirugikan oleh iklan tersebut. Selain itu, Max Pictures juga menerima teguran langsung dari sang penulis novel, Pidi Baiq.


"Kalau enggak ada komersial enggak masalah lah, kayak banyak juga kan YouTuber memarodikan, dibuat meme," ujar Ody Mulya Hidayat dilansir Suara.com. "Tapi, mendekati menjiplak harus dibicarakan. Bukan saya saja yang ditegur. Dari Panasdalam juga tanya, kok bisa begini."

Pihak e-commerce juga diketahui memasang iklan tersebut di bioskop meski tak mensponsori "Dilan 1991". Max Pictures begitu menyayangkan sikap pihak e-commerce yang dapat mengontrak grup K-Pop namun malah kedapatan menjiplak karya anak negeri.

"Masalahnya Shopee bukan sponsor film Dilan. Kok bisa seperti ini," imbuh Ody. "Kami sangat menyayangkan bahwa perusahaan Internasional sekelas Shopee yang dapat mengontrak sebuah grup K-Pop ternama, malah memilih untuk tidak menghargai hak cipta milik anak bangsa Indonesia untuk materi iklannya."

Kendati merasa dirugikan, Max Pictures tidak akan melaporkan pihak e-commerce ke pihak berwajib. Sebaliknya, Max Pictures memilih untuk meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo dan Kepala Bekraf, Triawan Munaf melalui surat terbuka.

"Kita cuma berharap masalah tadi tidak terulang dan minta perlindungan ke pihak berwenang. Ini keluar di YouTube, bahkan Dilan 1990 juga dibajak," tandas Ody. "Kita berharap Pak Presiden dan Pak Kepala Bekraf, intinya kita minta ditindaklanjuti bagaimana solusinya untuk ini."

Berikut surat terbuka Max Pictures kepada Presiden Jokowi dan Triawan Munaf.

"SURAT TERBUKA KEPADA BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DAN BAPAK KEPALA BEKRAF. Yang terhormat Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, dan Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)".

"Dalam 3 minggu terakhir, telah beredar sebuah video iklan dari Shopee yang berjudul Dilon 2019. Pada video tersebut, terdapat sangat banyak kemiripan dengan atribut khas dari seri film Dilan, yang bagian ke-duanya (berjudul Dilan 1991) sekarang masih tayang di bioskop-bioskop tanah air. Bahkan sampai ke bentuk font yang digunakan untuk penulisan judul dalam video iklan tersebut juga sangat mirip dengan yang digunakan pada seri film Dilan. Dari mata awam pun, akan dapat jelas menghubungkan bahwa atribut khas pada video iklan Dilon 2019 adalah didasarkan pada seri film Dilan."

"Sebagai pemilik sah dari Hak Cipta atas seri film Dilan, kami dari Max Pictures hendak meminta perlindungan akan Hak Cipta tersebut terhadap penggunaan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang seperti yang telah dilakukan oleh Shopee. Adapun pemakaian atribut khas yang sangat mirip tersebut dilakukan tanpa ijin ataupun persetujuan dari Max Pictures."

"Kami sangat menyayangkan bahwa perusahaan internasional sekelas Shopee yang dapat mengontrak sebuah grup KPop ternama, malah memilih untuk tidak menghargai Hak Cipta milik anak bangsa Indonesia untuk materi iklannya. Untuk itu, kami menghimbau agar Shopee ditindak secara tegas agar tidak memberi peluang kepada kejadian sejenis ini untuk terulang kembali terhadap pemilik-pemilik Hak Cipta lainnya di Indonesia."

"Demikian surat terbuka ini kami tulis, dan atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...