BPN Prabowo Sebut Ma'ruf Abai Hoaks Terkait Isu NU Jadi Fosil Jika Jokowi Kalah
Nasional

Pernyataan mengenai NU akan menjadi fosil jika Jokowi-Ma'ruf kalah disampaikan oleh salah seorang ulama dalam acara doa yang digelar untuk Ma'ruf.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengecam keras acara doa yang diduga bermuatan kampanye politis. Dalam acara doa bersama yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/3), terdapat indikasi ajakan untuk memilih Ma'ruf Amin.

Dalam video yang viral di media sosial, seorang ulama yang hadir menyebut bahwa ada kelompok yang tidak suka dengan NU. Kelompok ini akan menyusun kekuatan dan menjadikan Islam mainstream seperti NU sebagai fosil.


"Mereka ini akan membuat sebuah kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini," kata seorang ulama dalam video yang diunggah oleh akun @RajaPurwa lewat Twitter, Senin (18/3). "Seperti pesantren ini, hanya akan menjadi fosil di masa depan."

Ia juga menyebut bahwa zikir dan tahlil juga akan lenyap dari Istana jika Ma'ruf kalah. Untuk itu, ia mengajak para ulama yang hadir untuk memilih Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf.

Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menilai bahwa apa yang disampaikan oleh ulama tersebut tak ubanya fitnah. Ironisnya, Ma'ruf yang hadir kala itu tidak berusaha untuk menghentikannya.

"Saya kira itu adalah fakta hoaks ditebar di depan mata beliau sendiri," kata Dahnil dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (19/3). "Dan beliau tidak mencegah apalagi berusaha meluruskan."

Sikap Ma'ruf, dikatakan Dahnil, berseberangan dengan apa yang pernah ia katakan saat Debat Cawapres, Minggu (17/3) lalu. Kala itu Ma'ruf dengan lantang akan memerangi hoaks yang beredar.

"Padahal dengan penuh keyakinan beliau menyampaikan di debat akan melawan hoaks," ujar Dahnil. "Ibda binafsihi (mulai dari diri sendiri) agaknya pesan ini penting."

Dahnil juga menyayangkan pihak kepolisian yang seakan abai melihat fenomena itu. Ia menilai ketidakdilan selalu menimpa kubu Prabowo-Sandiaga.

"Ganjil, aparat kepolisian mereka nyaris tidak bertindak cepat dengan fitnah dan semburan-semburan hoaks yang dilakukan pihak pendukung Jokowi-Ma'ruf," tegas Dahnil. "Tapi cepat sekali bergerak apabila yang melakukan adalah pendukung Prabowo-Sandi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...