JK Komentari Anggaran Negara: Lebih Banyak Dipakai Buat Belanja Pegawai dan Bayar Utang
Nasional

Menurut Jusuf Kalla, alokasi anggaran belanja negara yang dulu banyak digunakan untuk pembangunan kini telah bergeser.

WowKeren - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Internail Pemerintah pada Kamis (21/3). Rakornas yang mengangkat tema "Penguatan APIP dalam Mengawal Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan yang Berkualitas" tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dimulai sejak 2015 silam.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla sempat membahas mengenai anggaran belanja negara. Menurutnya, alokasi anggaran belanja negara yang dulu banyak digunakan untuk pembangunan kini telah bergeser.


"Kalau 20 tahun lalu kurang lebih 50 persen anggaran untuk pembangunan," terang Jusuf Kalla. "Sekarang sisa proyek 20 persen."

Jusuf Kalla lantas mengungkap bahwa saat ini anggaran belanja negara lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawai dan membayar utang pemerintah. Namun ia tak menjelaskan berapa persentase anggaran yang digunakan. "Lebih banyak anggaran untuk belanja pegawai di samping bayar bunga, bayar utang," jelas Jusuf Kalla.

Meski ada perubahan alokasi, jumlah anggaran belanja negara ternyata terus mengalami kenaikan. Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, anggaran tersebut naik hingga dua kali lipat.

"Dari sisi anggaran, kalau anda perhatikan setiap 10 tahun negeri ini anggarannya berlipat dua kali," ungkap Jusuf Kalla. "Kalau anda periksa pada tahun 2010 itu kira-kira Rp 1.200 triliun, tahun ini hampir 10 tahun Rp 2.200 triliun, nanti tahun depan saya kira akan jadi Rp 2.300-Rp 2.400 triliun."

Di sisi lain, gaji aparatur sipil negara (ASN) dan anggota Polri akan mengalami kenaikan. Namun kenaikan ini sempat dituduh sebagai kepentingan Pilpres 2019.

Menanggapi hal ini, Jusuf Kalla juga sudah memberikan tanggapannya. Ia menyatakan bahwa kenaikan gaji tersebut menyesuaikan dengan inflasi setiap tahunnya.

"Ya memang gaji ASN perlu dinaikkan karena mengikuti inflasi. Kalau tidak dinaikan daya beli pegawai turun malah," katanya seperti dikutip dari Kompas. "Karena itu harus setiap tahun dinaikan. Tentu jangan kalah dari inflasi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...