Jokowi Sapa Pendukung Lewat Kampanye Hologram, BPN Sebut Antusiasme Warga Kurang
Nasional

BPN menyebut kampanye hologram Jokowi-Ma'ruf adalah upaya untuk 'menyelamatkan' muka.

WowKeren - Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin meluncurkan kampanye hologram. Tim Kampanye Nasional (TKN) menilai bahwa melalui hologram, Jokowi maupun Ma'ruf bisa menyapa masyarakat di tempat yang tak bisa didatangi secara langsung.

"Sebagai salah satu cara di mana tempat yang tidak bisa didatangi langsung oleh Pak Jokowi maupun Pak Ma'ruf Amin," kata Direktur Kampanye TKN Benny Ramdhani di Jakarta Pusat, Selasa (26/3). "Maka para pemilih masyarakat akan disapa langsung melalui metode kampanye hologram."

Kampanye hologram memungkinkan Jokowi untuk bisa menyampaikan pidato secara langsung kepada masyarakat walau tidak sedang berada di tempat tersebut. Dengan begitu, masyarakat bisa tahu visi misi paslon 01 selama lima tahun ke depan.

"Sekalipun secara fisik Pak Jokowi tidak datang ke lokasi di mana masyarakat berkumpul," jelas Benny. "Apa yang menjadi visi misi ya, Pak Jokowi, apa yang sudah dilakukan lima tahun saat Pak Jokowi menjadi presiden dan apa yang kemudian akan dikerjakan dalam lima tahun, itu akan sampai pada masyarakat."


Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai bahwa kampanye melalui hologram merupakan salah satu strategi "menyelamatkan" muka atau saving face. Juru Bicara BPN Dian Fatwa menilai hal itu dilakukan Jokowi karena kurangnya antusiasme warga.

"Makanya, kalau sampai yang namanya Jokowi menggunakan hologram, ini kan dia saving face, strateginya saving face," kata Dian, Senin (25/3). "Kalau orang nggak datang, dia nggak malu-malu amatlah, orang hologram."

Dian kemudian membandingkan Paslon 01 dengan Prabowo-Sandiaga. Baik Prabowo maupun Sandiaga tidak pernah berpikir untuk menggunakan kampanye hologram. Sebab menurutnya, antusiasme warga sangat tinggi sehingga mereka rela datang meski harus melewati medan lapangan yang sulit untuk bertemu dengan Prabowo.

"Coba lihat Prabowo di Merauke," tegas Dian. "Ngumpulin orang di Merauke mesti lewatin gunung, lewatin sungai, tapi mereka datang."

Bahkan, dikatakan Dian, ada seorang warga yang rela menempuh jarak 498 kilometer dengan naik bisa selama 12 jam hanya untuk menghadiri kampanye Prabowo. "Saya posting beberapa gambar dan video Pak Prabowo di Makassar, terus ada yang komentar, 'Bu, saya naik bis 12 jam, perjalanan saya 498 km sampai ke Makassar untuk bisa melihat Pak Prabowo'," tutur Dian.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait