Bima sendiri mengaku tidak berpikiran untuk keluar dari PAN. Ia menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.
- Nur Islamiyah
- Sabtu, 13 April 2019 - 08:23 WIB
WowKeren - Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya memberikan dukungannya pada pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sebagai elite PAN, Bima siap dipecat lantaran partai yang didirikan Amien Rais tersebut merupakan pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Insyaallah saya siap atas segala risikonya," kata Bima, seperti dikutip dari Detik. "Prinsip saya, right on is my party. When it's right, keep it right. When it's wrong, make it right."
Bima sendiri mengaku tidak berpikiran untuk keluar dari PAN. Ia menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.
"Saya ikut mendirikan partai ini. Tidak ada sedikit pun ingin keluar dari partai," ujar Bima. "Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai."
Selain itu, Bima mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Terlebih, pasangan tersebut sempat berasal dari partai yang sama.
"Ketika waktu itu PAN berkumpul mendukung Prabowo-Sandi, saya sudah sampaikan masa (dari) Gerindra (dan) Gerindra," jelasnya. "Saya enggak habis pikir kenapa harus seperti itu."
Bima baru mendeklarasikan dukungannya usai purnajabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. "Karena janji saya kepada Ketum untuk netral. Kan sekarang saya bukan kepala daerah," ujarnya.
Di sisi lain, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan dukungannya pada Prabowo-Sandiaga. Dukungan ini, dikatakannya sama sekali tidak terkait dengan kondisi yang ia alami selama lima tahun terakhir. Sebab apa yang dialaminya selama ini ia menganggapnya sebagai risiko sebagai seorang pengabdi.
"Hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo," kata Dahlan di Dyandra Convention Center Hall, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (12/4) kemarin. "Bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama lima tahun terakhir. Itu saya anggap risiko saya sebagai pengabdi."
(wk/nris)