Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati sempat dikritik oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Menurut Jusuf Kalla, pembangunan bandara tersebut masih kurang kajian.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 13 April 2019 - 17:06 WIB
WowKeren - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati sempat dikritik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Jusuf Kalla, pembangunan bandara tersebut masih kurang kajian. Hal senada pun disampaikan pula oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Kritik Wapres Pak Jusuf Kalla benar sekali. Kami sejalan dengan ide dan alur pikir beliau," jelas juru bicara BPN, Suhendra Ratu Prawiranegara, pada Sabtu (13/4). "Kami telah menginventarisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang tidak efisien dan berpotensi mangkrak. Antara lain proyek tersebut adalah Bandara Kertajati."
Sudendra pun menuturkan bahwa Bandara Kertajati tidak tepat sasaran. Ia juga mempertanyakan berbagai aspek bandara tersebut yang seolah kurang kajian.
"Kami, tim pakar BPN Prabowo Sandi Bidang Infrastruktur, menilai proyek Bandara Kertajati ini membebani keuangan negara, tidak dihitung secara cermat dari berbagai aspek," jelas Suhendra. "Aspek ekonomi, aspek teknis (engineering), dan aspek sosial dan lingkungannya. Bisa disimpulkan kami mempertanyakan feasibility study proyek ini."
Salah satu hal yang disoroti ialah besaran anggaran dana yang dikucurkan pemerintah untuk proyek Bandara Kertajati. Menurut Suhendra, anggaran tersebut tidak seimbang dengan sepinya kondisi Bandara Kertajati saat ini.
"Inisiasi proyek ini kan awalnya oleh Pemprov Jabar pada mula tahun 2000, dalam perjalanan akhirnya dikerjasamakan dengan pemerintah pusat. ang pada era Joko Widodo diprogramkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)," jelas Suhendra. "Dari sisi keterkaitan keterpaduan infrastruktur, bagaimana mungkin warga di sekitar Kota Bandung akan memakai bandara ini, sementara jarak tempuh Bandung-Kertajati hampir 2 jam perjalanan? Jadi sangat wajar bandara ini sepi penumpang. Hal-hal seperti ini yang menurut kami pemerintah kurang pertimbangan matang dalam perencanaan awal proyek."
Sebelumnya, Jusuf Kalla memberi kritik kepada Bandara Kertajati yang masih sepi. Pembangunan bandara itu disebut tanpa kajian yang mendalam.
"Mungkin kurang penelitian, sehingga lokasinya tidak pas. Tidak pas untuk Bandung, tidak pas untuk Jakarta. Tanggung, jadi kalau mau ke Bandung, lewat Kertajati mesti naik mobil lagi sampai 100 km," tutur Jusuf Kalla dilansir detikcom, Selasa (9/4). "Kertajati itu kan usulan Pemda Jawa Barat, Gubernurnya Aher, jadi di posisi 2 kan. Jadi kalau ada yang salah ya salah bersamalah, bukan hanya salahnya pemerintah."
(wk/Bert)