Pemilu yang digelar di Cape Town dilaksanakan selama dua kali yakni pada Kamis (11/4) dan Sabtu (13/4). Adapun pemungutan suara dilakukan dengan metode KSK dan TPS.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 16 April 2019 - 12:36 WIB
WowKeren - Berada di luar negeri tak serta merta membuat warga negara Indonesia lupa akan hak dan kewajibannya terkait Pemilu. Mereka bahkan rela mengantre hingga berjam-jam untuk bisa menggunakan hak pilihnya.
Di Cape Town, Afrika Selatan misalnya. Antusiasme Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin mencoblos sangat tinggi. Pencoblosan di Cape Town berlangsung selama dua hari, Kamis (11/4) dan Sabtu (13/4). Adapun metode yang digunakan adalah Kotak Suara Keliling (KSK). Sebanyak 40 orang WNI yang terdiri dari pelaut, mereka semua menggunakan hak pilihnya.
Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Cape Town Sri Wasanawati mengungkap surat suara yang berjumlah 40 (39 dan 1 cadangan) ludes dipakai hanya dalam waktu satu jam. Dipastikan, persentase pengguna hak pilih sebesar 100 persen.
"Karena tingginya antusiasme para pelaut Indonesia dalam Pemilu, 40 surat suara (39 + 1 surat suara cadangan) habis dalam waktu sejam setelah KSK dibuka," kata Sri lewat keterangan tertulis pada Senin (15/4). "Dengan persentase pengguna hak pilih sebesar 100 persen."
Adapun KSK yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 21.00, sudah ditutup pada pukul 19.00. "KSK yang sedianya terlaksana dari pukul 18.00-21.00, tutup pada pukul 19.00," imbuh Sri.
Selanjutnya, pencoblosan yang dilakukan pada Sabtu (13/4) menggunakan metode Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN). Pencoblosan yang diselenggarakan di halaman KJRI Cape Town tersebut dihadiri oleh 68 WNI. Meski tidak seratus persen, namun tingkat partisipasi publik cukup tinggi.
"Total 80 surat suara yang tersedia (78 + 2 surat suara cadangan) untuk presiden-wakil presiden dan anggota DPR Dapil DKI Jakarta II," jelas Sri. "Persentase partisipasi WNI pada pemilihan presiden-wakil presiden sebesar 87,17 persen dan DPR Dapil Jakarta II sebesar 79,48 persen."
Tak harus langsung pulang begitu saja, WNI yang selesai mencoblos bisa menikmati kuliner khas nusantara. Pasalnya, ada bazar makanan yang digelar di sekitar lokasi untuk menjalin silaturahmi antar sesama WNI.
"Setelah memilih, warga antusias menikmati bazar makanan yang dijual oleh warga Indonesia di Cape Town," tutur Sri. "Yakni bakso, pempek, lontong sayur, serta gorengan, dinikmati bersama seiring dengan silaturahmi dan ajang temu sesama WNI."
(wk/zodi)