Untuk bisa mengikuti lomba ini, warga Kulonprogo yang terdaftar dalam DPT hanya perlu berfoto selfie di TPS lalu mengunggahnya ke media sosial dengan menyertakan sejumlah tagar khusus.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 16 April 2019 - 13:59 WIB
WowKeren - Suara rakyat memainkan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pemerintahan demokrasi. Di sisi lain, juga tidak bisa dipungkiri bahwa fenomena golput pasti ada di setiap gelaran Pemilu. Meski demikian, pemerintah dan banyak pihak kerap menyuarakan agar masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ada satu cara unik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Mereka menggelar lomba swafoto atau selfie di TPS. Tujuannya tentu saja untuk mendongkrak partisipasi masyarakat agar menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu 2019 ini.
Cara untuk berpartisipasi dalam lomba ini cukup mudah. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kulon Progo Hidayatut Thoyyibah mengatakan bahwa peserta cukup melakukan selfie terbaik di TPS dan mengunggahnya di media sosial masing-masing, bisa Twitter maupun Instagram dengan tagar #KPU Kabupaten Kulonprogo #Lombaselfieditps #Dapil1,2,3,4,5.
Lomba ini akan dibuka hingga Pukul 24.00 Rabu (17/4). Tak tanggung-tanggung, hadiah yang ditawarkan mencapai Rp 12 juta.
"Kami akan memberikan hadiah sebesar Rp 12 juta bagi foto pemilih terbaik dan bagus," kata Hidayat pada Selasa (16/4). "Ayo datang ke TPS mencoblos dan foto di TPS dengan gaya terbaikmu."
Lomba ini, dikatakan Hidayat, hanya bisa diikuti oleh peserta yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bagi peserta yang tidak terdaftar dalam DPT, juga bisa mengikuti lomba ini namun harus menunjukkan identitas sebagai warga Kulonprogo.
Hidayat berharap lomba ini bisa memicu minat masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak suara mereka. Ia menargetkan partisipasi pemilih sebesar 85 persen.
"Tujuan dari lomba swafoto ini untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Kulonprogo," jelas Hidayat. "Kami menargetkan partisipasi pemilih mencapai 85 persen."
Hidayat menuturkan bahwa sejauh ini pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada elemen masyarakat. Adapun target utama adalah pemilih perempuan, pemilih pemula, dan penyandang disabilitas. Sebab menurutnya, penyandang disabilitas selama ini jarang tersentuh sosialisasi. "Kami sudah memberikan sosialisasi minimal 2.640 orang. Belum termasuk yang dilakukan oleh relawan demokrasi," imbuh Hidayat.
(wk/zodi)