Asri Welas Cerita Perjuangan Lahirkan Anak Ketiga, Sebut Diare Jadi Penyebab Kekurangan Air Ketuban
WowKeren/Fernando
Selebriti

Setelah menjalani persalinan, Asri Welas membagikan kisahnya dalam melahirkan sang putra ketiga. Asri sampai mengalami kekurangan air ketuban dan melahirkan lebih awal.

WowKeren - Belum lama ini, Asri Welas telah dikaruniai seorang putra yang lahir pada Senin (15/4). Proses persalinan Asri pun sempat diwarnai kepanikan karena bayinya lahir lebih cepat dari watu perkiraan, yakni pada 29 April mendatang.

Asri pun menjelaskan bahwa kepanikannya terjadi karena perasaan campur aduk lantaran bayinya akan lahir. Tak hanya itu, Asri juga telah mengungkapkan bahwa ia mengalami kekurangan air ketuban hingga diberi suntikan agar paru-paru janinnya kuat.


"Kemarin sempat update kesedihan, biasa lah ibu-ibu ya. Kenapa sampai berlinang air mata, karena sedihnya ada, senangnya ada," ujar Asri kepada WowKeren dalam jumpa pers di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/4). "Tapi kemarin pas upload banyak sedihnya karena kenapa bisa melahirkan lebih cepat."

Lebih lanjut, Asri mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami diare hebat yang menguras air ketubannya. Hal tersebut pun membuat Asri harus segera melahirkan sang buah hati, meski lebih cepat dua minggu dari perkiraan dokter. Presenter dan komedian berusia 40 tahun tersebut pun melahirkan bayinya lewat operasi caesar.

"Saya menderita diare. Kemudian harusnya ditinggal 19 April, jadi maju dua minggu. Jadi harus caesar," ungkap Asri. "Jadi kehilangan 50 persen air ketuban, harus dilahirkan. Jadi nutrisinya juga enggak sampai."

Selain itu, Asri juga menyebutkan bahwa berat badan sang buah hati di bawah normal dan kecil karena lahir prematur. Putra Asri hanya memiliki berat 1,94 kilogram, sedangkan sebelumnya diprediksi sekitar 2,1 kilogram.

"Alhamdulillah bayinya sehat walafiat, enggak pakai alat bantu napas karena memang paru-parunya baik," sambung Asri. "Kalau tidak dikeluarkan tidak bisa bertumbuh dan berkembang lebih baik. Jadi 2,1 kilogram beratnya diprediksi. Setelah dilahirkan 1,94 kilogram. Jadi kecil banget. Jadi prediksi dari USG itu tidak pas-pasan."

Sementara itu, bayi Asri masih mendapatkan perawatan khusus untuk diobservasi oleh dokter. Pasalnya, dokter harus memastikan bahwa organ-organ tubuh bayi Asri sudah terbentuk dengan baik, sebelum dibawa pulang. Asri juga menyedot ASI-nya dengan menggunakan alat suntik untuk menambah berat badan bayinya.

"Saat dilahirkan bayinya harus diobservasi dulu karena dibawah 2 kilogram," jelas Dimple Nagrani selaku dokter yang menangani Asri. "Untuk memastikan suhu tubuhnya bagus, organnya juga bagus. Organ-organ tubuhnya sudah matang."

You can share this post!

Related Posts
Loading...