Lebih Percaya Quick Count, PAN Akui Ada Kemungkinan Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandiaga
Nasional

Selain itu, Bara juga mengaku lebih mempercayai hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei. Hal ini berkaitan dengan hasil QC pada tiga pemilu sebelumnya.

WowKeren - Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan bahwa mereka membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengaku, pembahasan arah koalisi akan dilakukan mengingat pemilu telah usai.

"Yang jelas kita akan melihat posisi kita lagi ya," kata Bara di Gedung DPR, Kamis (25/4), seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kami lihat nanti ke depannya gimana."


Terkait hal tersebut, Bara tidak ingin membenarkan bahwa pertemuan antara Ketum PAN Zulkifli Hasan dengan Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, saat proses pelantikan Gubernur Maluku merupakan sinyal PAN angkat kaki dari koalisi Prabowo-Sandi. Ia menilai kehadiran Zulhas selaku Ketum PAN menampilkan kenegarawanan sebagai Ketua MPR.

Meski PAN dalam pemilu mendukung Prabowo-Sandi, namun Zulhas tetap melaksanakan tugas kenegaraan. Bara juga mengapresiasi pembicaraan Zulhas dengan Jokowi mengenai nasib bangsa setelah Pilpres 2019.

Selain itu, Bara juga mengaku lebih mempercayai hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei. Pasalnya, hasil hitung cepat dalam tiga pemilu selalu tidak jauh berbeda dengan hasil rekapitulasi KPU.

"Begitu juga dengan Pilpres, bisa kami katakan ini nantinya juga apa yang kita lihat di berbagai hasil quick count oleh lembaga-lembaga survei ini juga akan merefleksikan hasil resmi nanti yang akan diumumkan KPU," kata Bara. Bara juga mengajak semua pihak untuk menjadikan hitung cepat sebagai rujukan hasil KPU.

Meski beberapa lembaga survei memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf, Lembaga Afiliasi Penelitian dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) merilis hasil yang berbeda. Berdasarkan hasil survei, pasangan Prabowo dan Sandiaga disebut unggul 62,20%, sementara Jokowi-Ma'ruf mendapat 35,90% suara.

Hasil survei C1 Lapitek didapatkan berdasarkan penelitian dorm C1 dari 8.000 tempat pemungutan suara yang tersebar di 34 provinsi. Metode penelitiannya menggunakan multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

You can share this post!

Related Posts
Loading...