TKN Menilai bahwa sikap Bara Hasibuan pasca Pilpres merupakan bentuk keobjektivan dalam berpolitik sebab usai Pilpres seyogianya jajaran Parpol bisa mencairkan suasana.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 30 April 2019 - 16:20 WIB
WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengutarakan sikap politik yang akan diambil oleh PAN usai Pilpres. Bara menyebut bahwa dukungan PAN untuk Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sampai Pilpres 2019 saja.
Untuk selanjutnya, PAN memiliki kebebasan untuk menentukan nasib partai ke depannya. Bara menyebut tidak menutup kemungkinan bahwa PAN akan kembali merapat ke koalisi Parpol pendukung pemerintah. Hal ini mengingat sejarah PAN yang dari Pemilu tahun 1999 hingga 2014 partai berlambang matahari terbit ini selalu memposisikan dirinya sebagai jajaran pendukung pemerintah.
"Setelah itu kami bebas dengan otoritas penuh," kata Bara dilansir dari Antara, Selasa (30/4). "Untuk menentukan langkah berikutnya bagi PAN tentu saja sesuai dengan kepentingan partai."
Sikap Bara tersebut mendapatkan apresiasi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Bara adalah sikap yang wajar. Sebab, hal itu dinilai Karding mampu mencairkan suasana politik yang kian memanas. Yang lebih penting, apa yang dilakukan oleh Bara justru mampu menyelamatkan PAN.
"Saya kira langkah yang dilakukan oleh Bara Hasibuan dan tentu yang lain adalah langkah positif untuk satu mencairkan komunikasi," kata Karding dilansir dari Merdeka, Selasa (30/4). "Kedua, menyelamatkan institusi partai PAN dalam konteks ini adalah satu permainan politik bahwa PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul (Zulkifli Hasan)."
Tentu saja, sikap Bara ini menimbulkan protes dari dalam tubuh partai PAN sendiri. Meski demikian, Karding tetap menilai bahwa Bara telah mengambil langkah yang obyektif dalam berpolitik. Sebab usai Pilpres, memang diharapkan agar jajaran Parpol bisa kembali bersatu.
"Bara menurut saya, berusaha untuk obyektif secara politik," tutur Karding. "Dan yang paling penting bahwa membangun komunikasi itu penting di saat dinamika politik agak hangat seperti sekarang ini."
(wk/zodi)