Jasad Litasari yang merupakan mantan Dosen Fakultas Teknik UGM sekaligus cucu Ki Hajar Dewantara ditemukan oleh asisten rumah tangganya. Diperkirakan, Litasari meninggal tiga hari sebelumnya.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 06 Mei 2019 - 10:45 WIB
WowKeren - Seorang wanita bernama Litasari (67) ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang ada di Kecamatan Ngaglik, Sleman. Wanita yang merupakan mantan dosen Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada tersebut tak lain adalah cucu Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.
Semasa hidupnya, Litasari tinggal seorang diri di rumahnya. Jasadnya baru ditemukan tiga hari setelah ia meninggal. Diperkirakan, Litasari meninggal pada Rabu (1/5), satu hari menjelang peringatan Hari Pendidikan.
Semasa kecil, Litasari pernah tinggal dengan Ki Hajar Dewantara selama satu tahun. Kala itu, ia dan ibunya diminta untuk menemani Ki Hajar di Jogja. Litasari sempat mengenyam pendidikan di Perguruan Taman Siswa yang dibangun oleh kakeknya. Di rumah, ia juga kerap diberi pengetahuan mengenai kemerdekaan, kerja keras, keberanian, dan kasih sayang.
Jasad Litasari ditemukan oleh asisten rumah tangganya yang bernama Anita Herlina (54). ART tersebut tak menginap atau datang setiap hari ke rumah Litasari, melainkan hanya dua kali dalam sepekan. Hal tersebut seperti yang dituturkan oleh Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto.
Sabtu pagi saat Anita datang, ia mendapati bahwa pintu gerbang dan rumah terkunci sehingga ia meminta bantuan warga untuk mengambil tangga. Saat melihat ke arah jendela kamar Litasari, ART tersebut mendapati bahwa kaki Litasari sudah tak bergerak.
"Dalam sepekan, dia (ART) datang dua kali setiap Rabu dan Sabtu," jelas Budi dilansir dari Harian Jogja, Senin (6/5). "Pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, pintu gerbang serta pintu rumah korban tertutup dan terkunci. Setelah itu saksi minta bantuan warga untuk mengambil tangga dan setelah melihat dari ventilasi udara kamar korban, mereka melihat kaki korban tidak bergerak."
Setelah itu, ART itu menghubungi pihak polisi. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa Litasari sudah tiga hari meninggal dunia. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.
"Hasil pemeriksaan oleh Puskesmas Ngaglik 1 dan Tim Identifikasi Polres Sleman, mayat kemungkinan sudah tiga hari (meninggal)," tutur Budi. "Dan tidak tampak tanda-tanda penganiayaan."
(wk/zodi)