Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, menepis isu bahwa pihaknya memiliki data hasil Pemilu 2019 seperti yang tertera dalam cuitan mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli.
- Bertilia Puteri
- Senin, 06 Mei 2019 - 20:56 WIB
WowKeren - Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, sempat mencuitkan soal laporan Babinsa di akun Twitter pribadinya. Menurut Ramli, berdasarkan laporan Babinsa tersebut, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menang dalam Pilpres 2019.
"Barusan belanja buah di supermarket. Didatangi ibu-ibu dan bapak yang saya tidak kenal. Ibu-ibu katakan, 'Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar!'" cuit Ramli pada Minggu (5/5). "Kemudian datang seorang LetKol AD, 'Pak ini sudah kebangetan, laporan-laporan Babinsa PS sudah menang. Bahkan di kompleks Paspamres!'"
Menanggapi hal tersebut, TNI AD pun memberikan klarifikasi. Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, menepis isu bahwa pihaknya memiliki data hasil Pemilu 2019. Ia juga menegaskan bahwa TNI masih bertugas untuk menjaga keamanan hingga seluruh tahapan Pemilu 2019 selesai.
"Tidak benar bahwa Angkatan Darat atau Babinsa memiliki data atau memiliki hasil pemilu. Karena memang kami tidak ditugaskan untuk mendata," ungkap Andika di Jakarta Pusat pada Senin (6/5). "Tugas Angkatan Darat yang dioperasionalkan oleh Mabes TNI Itu adalah dalam hal pengamanan."
Oleh sebab itu lah, Andika menjelaskan bahwa pihaknya tak mungkin memiliki hasil Pemilu, apalagi proses penghitungan suara juga masih berlangsung. Sehingga ia mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai isu tersebut.
"Apa lagi kami dikatakan memiliki data formulir C1. Itu tidak benar. Jadi yang dimaksud tadi, saya pastikan berita atau informasi yang diberikan kepada salah satu tokoh bangsa itu berita bohong," jelas Andika. "Karena berita bohong, sebaiknya tidak usah dipakai. Karena memang tidak benar dan malah akan mungkin menimbulkan masalah di kemudian hari."
Meski demikian, Andika mengaku pihaknya tidak akan mengambil tindakan terkait informasi salah yang dicuitkan Ramli. "Kalau untuk bapak RR itu kami sama sekali tidak akan melakukan tindakan apapun. Karena memang bukan ranah kami," tutur Andika.
Namun pihaknya tetap akan menelusuri mengenai orang berpangkat Letkol AD yang disebut Ramli dalam cuitannya. Apabila benar ada Letkol AD yang memberikan informasi tersebut ke Ramli, maka TNI akan melakukan proses hukum.
"Kita, Angkatan Darat, akan memproses hukum pemberi info bohong kepada salah satu tokoh bangsa ini. Kita akan memproses hukum," jelas Andika. "Kalau memang benar dia anggota TNI yang aktif, Angkatan Darat, maka kewenangan ada di kami untuk memproses. Itu tidak diragukan lagi."
(wk/Bert)