Rencana tersebut disampaikan lewat akun Twitter resmi TNI AU pada Selasa (7/5). Kepala Subdinas Penerangan Umum Dispen TNI AU, Kolonel Sus M Yuris, pun memberikan penjelasan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 08 Mei 2019 - 18:35 WIB
WowKeren - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berencana mengoperasikan jet tempurnya untuk latihan di waktu sahur. TNI AU juga akan membantu membangunkan para warga untuk menjalankan sahur selama bulan Ramadan ini.
Hal ini disampaikan lewat akun Twitter resmi TNI AU, @_TNIAU pada Selasa (7/5). Cuitan itu juga menyebut sejumlah daerah yang mendapat "jatah" dibangunkan oleh jet tempur TNI AU.
"Jika tak ada aral melintang di runway, Insyaallah akan diadakan lagi 'tradisi' membangunkan #sahur pakai pesawat tempur," tulis akun TNI AU. "Buat Airmen di Surabaya, Solo, Sragen, Klaten, Jogja, Papringan, Wirobrajan, Gejayan, Tukangan, Maguwo, Kotagede, dsk. #Ramadan #jauhdilangitdekatdihati."
Pihak TNI AU pun menjelaskan maksud cuitan tersebut. Menurut Kepala Subdinas Penerangan Umum Dispen TNI AU, Kolonel Sus M Yuris, rencana tersebut masih perlu dimatangkan dan dipertimbangkan karena tingginya antusias warga.
"Masih didiskusikan dulu di internal. Mungkin kalau enggak minggu ini, ya minggu depan. Baru mau dirapatkan bersama skuadron juga," jelas Yuris dilansir detikcom pada Rabu (8/5). "Ini karena permintaan dari followers banyak yang minta, maka saya usulkan lagi."
Tujuan utama agenda tersebut adalah untuk melatih para penerbang semasa pada waktu malam atau subuh. Sementara membangunkan warga untuk sahur merupakan tujuan sampingan agenda tersebut.
"Misi utama bukan membangunkan sahur, tapi maintain kemampuan terbang malam atau subuh," jelas Yuris. "Bagi penerbang tempur TNI AU."
Hal ini disebabkan oleh karena para penerbang tidak diperbolehkan beroperasi lebih dari pukul 10.00 WIB selama bulan Ramadan. Pasalnya, kondisi fisik penerbang yang menjalankan ibadah puasa dinilai kurang ideal.
"Pukul 10.00 pagi adalah batas waktu yang diberikan oleh tim medis untuk terbang di saat puasa karena lebih dari waktu itu, kadar gula darah sudah menurun dan tidak fit untuk terbang, kecuali membatalkan puasa jika diperlukan," ungkap Yuris. "Bagi penerbang tempur Muslim, jika ingin tetap berpuasa maka mereka hanya boleh standby operasi setelah pukul 10.00 pagi. Kecuali dalam keadaan darurat yang mengharuskan scramble."
Latihan para penerbang jet tempur ini sekaligus bisa membangunkan masyarakat untuk makan sahur. Pasalnya, Penerbangan tersebut memang menimbulkan suara cukup bising saat diterbangkan rendah di atas pemukiman warga.
"Ada sequence training yang mengharuskan penggunaan afterburner," jelas Yuris. "Dan ini suaranya menggelegar pada ketinggian rendah."
(wk/Bert)