TKN Jokowi Nilai Bukan Hal Aneh Jika Rizal Ramli Sebut Sri Mulyani Ratu Utang
Nasional

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli melayangkan kritik keras untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lewat cuitan di Twitter, ia menyebut Sri Mulyani sebagai Ratu Utang.

WowKeren - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli kembali melontarkan kritik pedas untuk pemerintah. Kali ini ia mengkritik Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kritik itu diungkapkan olehnya lewat cuitan di media sosial.

Dalam cuitannya, Rizal menyebut bahwa utang Indonesia naik sebesar Rp 347 triliun dalam setahun. Itu artinya, setiap hari utang tersebut besarnya Rp 1 triliun. Lebih jauh, ia menuding bahwa Sri merupakan Ratu Utang.


"Utang Pemerintah Setahun Naik Rp 347 T. Nyaris Rp1 Trillun per hari!" cuit Rizal di Twitter pada Jumat (17/5). "Kok prestasi tertinggi ngutang? Wong Menkeu 'Ratu Utang' dipuja-puja kreditor karena berikan bunga tertinggi di ASEAN."

Terkait kritik ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin ikut angkat bicara. Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily menilai kritik Rizal bukan hal yang aneh. Apalagi mengingat Rizal sudah tak lagi bergabung dalam kabinet pemerintah. "Tak aneh apabila seorang Rizal Ramli nyinyir seperti itu sejak tak lagi berada dalam pemerintahan," kata Ace dilansir dari Detik Finance, Sabtu (18/5).

Padahal seharusnya, sebagai ekonom senior Rizal paham cara pengelolaan utang pemerintah sehingga tidak dilihat dari jumlahnya saja. "Seharusnya sebagai ekonom, dia tahu tentang utang pemerintah yang dikaitkan dengan PDB kita," lanjut Ace.

Kemenkeu mencatat bahwa per April 2019 total utang pemerintah mencapai Rp 4.528,45 triliun. Jumlah ini setara dengan 29,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah ini dikatakan masih jauh dari batas maksimal pinjaman pemerintah yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam Pasal 12 ayat 3 dijelaskan bahwa batas maksimal defisit APBN adalah sebesar 3 persen PDB dan pinjaman pemerintah 60 persen PDB.

Dengan demikian, jumlah utang Indonesia saat ini masih bisa dikatakan aman. "Angka tersebut berarti utang pemerintah masih aman alias jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60 persen dari PDB," tegas Ace.

You can share this post!

Related Posts
Loading...