Menanggapi dugaan Faldon, Tim Kampanye Nasional (TKB) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa heran atas hal tersebut. TKN Jokowi percaya institusi polisi bertindak profesional.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 30 Mei 2019 - 09:17 WIB
WowKeren - Anak dari Amien Rais, yakni Hanum Salsabiela Rais diperiksa terkait kasus yang menyandung Ratna Sarumpaet pada Senin (27/5) lalu. Wasekjen PAN Faldo Maldini menduga terdapat bau-bau politik di dalamnya.
Menanggapi dugaan Faldon, Tim Kampanye Nasional (TKB) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa heran atas hal tersebut. TKN Jokowi percaya institusi polisi bertindak profesional.
"Dari dulu polisi selalu dituduh politis. Sering dikait-kaitkan juga dengan intervensi politik dari Pak Jokowi dan TKN," kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, Rabu (29/5) seperti yang dikutip dari Detik. "Tuduhan itu jahat, karena polisi kita terus berusaha menjadi institusi yang profesional."
Sebelumnya, Hanum dicecar sebanyak 20 pertanyaan dalam pemeriksaan yang berlangsung kurang-lebih 10 jam. Ia dipanggil polisi lantaran menjadi salah satu orang yang menyebarkan informasi bahwa luka lebam pada wajah Ratna adalah bekas penganiayaan.
"Soal Hanum, silakan saja publik menilai. Kasusnya terang benderang. Video Hanum yang viral bagian dari penguatan kebohongan yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet," kata Toni. "Sulit memisahkan kasus Ratna dan video Hanum. Kita serahkan kepada kepolisian menuntaskan kasus ini secara profesional."
Sementara itu, Ratna Sarumpaet dituntut 6 tahun bui atas kasus penyebaran hoaks. Namun, Ratna tampaknya tak terima, terutama penyebutan keonaran dalam kasusnya.
"Katanya keonaran, tapi padahal apa yang terjadi di pasal keonaran itu tidak terbukti di kasus saya," kata Ratna usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5) kemarin. "Itu yang saya maksud hiperbola, dibesarkan, dan didramatisasi."
Ratna kemudian mencontohkan kerusuhan yang terjadi saat Aksi 22 Mei lalu. Ia menilai kejadian tersebut merupakan bukti keonaran yang nyata.
(wk/nris)