Mahfud MD Tanggapi Kasus Bom Bunuh Diri Kartasura: Negara Harus Hati-Hati Tangkal Radikalisme
Nasional
Insiden Bom Bunuh Diri Kartasura

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, meminta agar kepolisian mengusut tuntas aksi bom bunuh diri tersebut dan mengungkap pelaku serta jaringan terkait.

WowKeren - Kasus bom bunuh diri di Pos Polisi (Pospol) Tugu Kartasura, Sukoharjo, menggemparkan publik. Beruntung tak ada korban dalam insiden tersebut selain pelaku sendiri.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, ikut angkat bicara menanggapi insiden bom tersebut. Mahfud meminta agar kepolisian mengusut tuntas aksi bom bunuh diri tersebut dan mengungkap pelaku serta jaringan terkait.


"Negara harus tetap sangat berhati-hati untuk menangkal radikalisme ini," tutur Mahfud di kediamannya di Sleman pada Selasa (4/6). "Saya kira harus tetap bertindak tegas dan transparan."

Menurut Mahfud, penanganan radikalisme harus transparan demi menepis prasangka. Pasalnya, penegak hukum pernah dinilai "mengalihkan perhatian" dan melakukan rekayasa kala menindak teroris. Namun di era digital yang serba terbuka ini, Mahfud menilai bahwa rekayasa tersebut sulit dilakukan.

"Masyarakat sekarang punya kemampuan, punya hak mengawasi dan memberitakan," jelas Mahfud. "Negara juga akan sulit melakukan rekayasa-rekayasa yang menimbulkan fitnah seperti dulu."

Apabila pelaku bom bunuh Kartasura tersebut memang tergabung dalam jaringan teroris tertentu, Mahfud berharap polisi mau mengungkapkannya ke publik. "Buka saja sejelas-jelasnya siapa pelakunya, bagaimana melakukannya lalu apa jaringannya," ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, terorisme merupakan tantangan serius bagi Indonesia karena biasanya bersinergi dengan jaringan teror internasional. Ia pun berharap masyarakat dapat bijak dalam menilai sebuah peristiwa.

"Saya selalu mengatakan, ada dalil begini kalau di dalam ilmu politik dan ilmu hukum itu, salus populi suprema lex. Artinya keselamatan rakyat, keselamatan bangsa, keselamatan negara itu menjadi hukum yang tertinggi," terang Mahfud. "Saya kira kita ikuti saja perkembangan yang menyangkut teror bom di Sukoharjo."

Di sisi lain, Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, sempat mengungkapkan bahwa pelaku bom Kartasura beraksi sendiri. "Aksinya masih lone wolf. Cuma untuk jaringannya apakah dia masuk dalam jaringan terstruktur atau dia sleeping cell dari ISIS saja, itu masih kita dalami," terang Dedi pada Selasa (4/6).

Pelaku juga disebut melakukan upaya bom bunuh diri di Pospol Kartasura lantaran mengincar polisi. "Kenapa polisi, ya sasaran utama dari kelompok teroris untuk melakukan amaliyahnya itu thogut. Thogut itu (disebut pelaku) polisi. Dalam hal ini karena polisi sudah sekian lama melakukan upaya penangkapan dan tindakan penegakan hukum terhadap jaringan teroris di Indonesia," ungkap Dedi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...