Fahri Hamzah Kritik Kemenkeu Potong Anggaran DPR RI, Netter Beri Komentar Pedas
Nasional

Fahri juga melampirkan tautan berita terkait Kementerian Pertahanan yang mengajukan kenaikan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun kepada DPR RI dalam cuitannya.

WowKeren - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kali ini Fahri menjadi buah bibir warganet Twitter. Pasalnya ia sempat mengunggah cuitan yang langsung dibanjiri komentar pedas warganet.

Melalui akun Twitter pribadinya, @Fahrihamzah, Fahri mengunggah cuitan pada Rabu (19/6) malam. Fahri menuliskan keluhannya atas pemotongan anggaran untuk DPR RI sebesar Rp 2 triliun oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


"Sementara itu @DPR_RI dipotong 2 T oleh @KemenkeuRI," tulisnya, lalu melampirkan tautan berita yang disebarkan oleh akun resmi laman Merdeka, @merdekadotcom. Dalam berita tersebut ditulis bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta tambahan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun kepada DPR RI.

Sontak tulisan ini menjadi bulan-bulanan warganet. Tercatat hampir 70 warganet sudah meninggalkan komentarnya untuk cuitan tersebut, dan sebagian besar merupakan komentar pedas.

Mayoritas di antara mereka mengomentari DPR RI periode 2014-2019 yang minim prestasi, seperti target prolegnas yang tidak tercapai atau sedikitnya RUU yang berhasil diselesaikan. Berikut adalah kutipan beberapa komentar warganet atas cuitan Fahri.

"Kl kinerja DPR tdk optimal lebih baik untuk pertahanan dan keamanan negara saja..," tulis warganet dengan akun @Wib_18***. "Target prolegnas tak tercapai, sidang sering bnyk yg bolos.. Gabut."

"Setuju tambahan ke kemhan daripada untuk dpr yg kerjaannya cmn ngetweet aja,," ujar @ferdhy***. "100rb jg dah bagus buat kuota sebulan..."

"Kurang gede itu motongnya....," kata @im_simanju***. "Kinerja nol.. Ruu yg jadi pun cuma seuprit..."

"Gpp di potong, rakyat senang. Mungkin kemenkeu lihat kinerja," tulis @lirik***. "Itu lbih baik....kalo sidang juga jrng hadir....," imbuh @Lik4977***.

Sementara itu, terkait dengan berita yang dilampirkan dalam cuitan tersebut, diketahui Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun dengan pagu indikatif tahun 2020 sebesar Rp 126,5 triliun.

Hal ini Kemhan sampaikan dalam rapat tertutup yang digelar oleh Komisi I DPR RI. Dalam rapat tersebut hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Rapat itu membahas soal anggaran kerja tahun 2020.

You can share this post!

Related Posts
Loading...