Bank Dunia Sebut Jokowi Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Indonesia Di Bawah 10 Persen
Twitter/KSPgoid
Nasional

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo Chaves menilai bahwa selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia berhasil menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen.

WowKeren - Masalah kemiskinan telah menjadi persoalan serius bagi pemerintah Indonesia sejak dulu. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah untuk bisa menurunkan angka kemiskinan.

Prestasi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan mendapat tanggapan dari Bank Dunia. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rodrigo Chaves, menilai bahwa pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi telah sukses membangun perekonomian bangsa. Selama kurun waktu 2014-2019, Indonesia dinilai mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan pelik termasuk penurunan harga komoditas.

"Kita percaya, selama periode 2014-2019, Indonesia ekonomi sangat sukses," kata Rodrigo di Energy Building Jakarta, Senin (1/7). Keberhasilan pemerintah dalam membangun ekonomi ditunjukkan dengan pertumbuhan di sektor ini yang berada di angka 5 persen setiap tahunnya.


Selain itu pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil menekan angka kemiskinan hingga kurang dari 10 persen. Capaian ini dibarengi dengan penciptaan lapangan pekerjaan baru. "Kemiskinan kurang 10 persen dalam sejarah," tambah Rodrigo.

Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang besar. Namun, hal itu hanya dapat tercapai jika negeri ini memiliki produktivitas yang memadai. Tak kalah penting, pemerintah juga harus menunjukkan kapasitasnya untuk mendorong mewujudkan rencana itu.

Rodrigo menjelaskan bahwa untuk bisa sampai ke titik tersebut, ada lima sektor yang harus menjadi fokus pemerintah Indonesia nantinya. Salah satunya mengenai peningkatan pajak dan pembangunan infrastruktur.

"Kami memandang, pemerintahan yang baru nanti harus fokus pada 5 sektor," jelas Rodrigo. "Termasuk human capital, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik, mengumpulkan lebih banyak lagi pajak, belanja pemerintah yang lebih efektif dan efisien, serta mengimplementasikan reformasi birokrasi lebih efektif."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait