Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerahnya menyusul dengan semakin banyaknya penderita penyakit Hepatitis A. Sebagai antisipasi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar tidak sampai tertular.
- Eva Lestari
- Selasa, 02 Juli 2019 - 13:47 WIB
WowKeren - Kabar tak sedap datang dari Kabupaten Pacitan. Pasalnya, sejak pertengahan bulan lalu, wabah Hepatitis A telah menyebar di masyarakat.
Karena jumlah korban terus bertambah, Pemerintah Kabupaten Pacitan bahkan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, kasus KLB di Pacitan masih bisa ditangani oleh pemerintah daerah dan tidak memerlukan penanganan serius dari pemerintah pusat.
Hepatitis A sendiri adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebabkan peradangan hati yang mengakibatkan gangguan serius dan dapat membahayakan kelangsungan hidup. Penyebarannya bisa melalui kotoran atau tinja penderita, makanan maupun minuman.
Banyak orang yang tidak menyadari jika tengah menderita penyakit ini. Pasalnya, penyakit ini minim atau bahkan tidak disertai dengan gejala, terutama di kalangan muda.
Gejala penyakit ini biasanya muncul beberapa minggu setelah tertular virus tersebut. Dan gejala paling umum biasanya adalah perubahan warna mata dan kulit yang menjadi kuning.
Meski demikian, bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa. Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar tidak sampai tertular virus hepatitis A. Simak informasi selengkapnya berikut ini.
(wk/eval)1. Pertama-Tama, Kamu Bisa Melakukan Vaksinasi Agar Tidak Tertular Virus Hepatitis A
Langkah utama yang dianjurkan untuk mencegah risiko terserang penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis A. Vaksin ini dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis A. Misalnya orang yang pekerjaannya berhubungan dengan kotoran, seperti petugas dinas kebersihan atau petugas pembersih toilet.
Vaksinasi hepatitis A juga dianjurkan untuk petugas yang menyiapkan makanan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penularan ke banyak orang. Selain itu, bagi penderita penyakit liver kronis juga sangat dianjurkan untuk menerima vaksinasi hepatitis A. Di Indonesia sendiri, vaksinasi hepatitis A tidak termasuk ke dalam imunisasi wajib. Vaksin ini dapat dilakukan pada usia 2-18 tahun sebanyak dua kali dengan interval 6-12 bulan.
2. Rajin Mencuci Tangan Dengan Air Mengalir Dapat Mencegah dari Tertular Hepatitis A
Karena salah satu perantara penularan hepatitis A berasal dari makanan, maka kamu harus rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Selain itu, cuci juga tanganmu setelah menyentuh darah, tinja maupun cairan tubuh orang lain yang telah terinfeksi.
Tapi jangan lupa untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun agar lebih bersih. Sebab gaya hidup bersih merupakan salah satu cara pencegahan yang efektif.
3. Cuci Alat Makan Sebersih Mungkin Jika Tak Ingin Menderita Hepatitis A
Langkah berikutnya yang harus kamu lakukan jika tak ingin terserang penyakit hepatitis A adalah dengan rajin mencuci alat makan. Mulai dari piring, sendok, gelas, mangkuk dan sebagainya.
Pasalnya, penularan hepatitis A juga bisa melalui alat-alat makan yang tidak sempurna pencuciannya dan kurang bersih. Dan bila kamu makan di luar, pastikan tempat makan yang kamu datangi terjaga kebersihannya. Mulai dari kondisi tempatnya hingga peralatan makannya.
4. Cegah Penyakit Hepatitis A dengan Memasak Makanan Sampai Matang
Untuk meminimalisir risiko terserang penyakit ini, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memasak makanan hingga matang. Dewasa ini memang ada banyak orang yang memilih mengonsumsi makanan mentah atau bahkan setengah matang karena berbagai alasan.
Padahal, bahan mentah makanan kadang kala terkontaminasi oleh zat-zat yang justru membahayakan tubuh. Karena itu, untuk mencegah penularan virus hepatitis A, selalu biasakan untuk memasak makanan hingga matang untuk membasmi virus berbahaya tersebut.
5. Menjaga Kebersihan Diri Setelah Buang Air Bisa Membuatmu Terhindar dari Hepatitis A
Salah satu kunci agar tidak tertular virus hepatitis A adalah dengan selalu menjaga kebersihan. Sehingga kamu harus menjaga kebersihan jika tidak ingin terserang virus penyakit ini.
Dan karena virus hepatitis A biasanya disebarkan oleh kotoran atau tinja penderitanya melalui makanan, kamu harus selalu menjaga kebersihan diri setelah buang air kecil maupun air besar. Jangan lupa juga untuk mencuci dengan sabun agar lebih terjaga kebersihannya ya.
6. Usahakan Untuk Tidak Berbagi Barang-Barang Pribadi dengan Orang Lain
Jika kamu sering berbagi penggunaan barang-barang pribadi, sebaiknya hentikan kebiasaan ini mulai sekarang. Pasalnya, penularan virus hepatitis A semakin tinggi risikonya jika kita sering menggunakan barang pribadi yang sama dengan orang lain, bahkan jika itu adalah orang dekat.
Barang pribadi yang dimaksud adalah seperti handuk, seprai, sikat gigi dan juga peralatan makan. Pasalnya, virus bisa menempel pada berbagai barang ini jika menggunakannya secara bergantian dengan orang lain. Karena itu, pastikan untuk selalu menggunakan milikmu sendiri ya, jangan bergantian dengan orang lain jika berkaitan dengan barang-barang pribadi.
7. Hindari Jajan Sembarangan yang Tidak Terjaga Kebersihannya Agar Tidak Tertular Virus Hepatitis A
Lagi-lagi yang harus kamu perhatikan untuk mencegah tertular virus hepatitis A adalah dengan menjaga kebersihan sebisa mungkin. Karena itu, kamu juga harus menjaga kebersihan makanan yang kamu konsumsi.
Jika sedang berada di luar, usahakan untuk jajan makanan yang higienis dan terjaga kebersihannya. Karena itu, usahakan untuk tidak jajan sembarangan, terlebih di tempat yang kurang higienis. Selain itu, mengonsumsi makanan ringan yang sehat seperti buah-buahan juga bisa menjadi pilihan. Dan jika hendak memakan buah dan sayur, jangan lupa untuk mencuci bersih terlebih dahulu sebelum dimakan ya.
8. Usahakan Untuk Menghindari Kontak dengan Penderita Hepatitis A Jika Tak Ingin Tertular
Cara terakhir yang harus kamu lakukan jika tak ingin terserang penyakit hepatitis A adalah menghindari kontak dengan penderitanya. Meskipun penderita tersebut masih memiliki ikatan dekat dengan kita, sebaiknya untuk sementara waktu sedikit menjaga jarak dengannya.
Pasalnya, risiko penularan virus hepatitis A akan lebih tinggi jika kita terlalu sering melakukan kontak dengan penderita. Meski demikian, usahakan untuk tidak sampai menyinggung si penderita karena kamu terlalu menjaga jarak ya. Ada baiknya juga untuk memberikan pengertian pada mereka.
Demikian delapan tips pencegahan yang bisa kamu lakukan agar tidak sampai tertular virus hepatitis A. Nah, jika kamu ingin mengetahui beberapa cara pencegahan untuk mengatasi penyakit ginjal, ada baiknya untuk menyimak artikel ini. Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan beberapa cara ini jika ingin mencegah diri dari risiko terserang penyakit jantung.