Kelulusan Barbie Kumalasari Sempat Diragukan, Kongres Advokat Indonesia Rilis Pernyataan Resmi
Instagram/barbiekumalasari
Selebriti

Barbie Kumalasari membagikan keterangan pers Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) usai kelulusannya diragukan. Namun, reaksi warganet tak terduga.

WowKeren - Gelar advokat Barbie Kumalasari sebelumnya sempat diragukan Pejabat Pelaksana Presiden Kongres Advokat Indonesia, Siti Jamaliah Lubis. Terlebih pengakuan Kumala yang menyebut dirinya lulus S1 dalam waktu dua tahun dan langsung bisa ikut ujian advokat. Siti Jamaliah tak ingin publik menganggap bahwa gelar advokat dapat diraih dengan mudah.

Seolah membuktikan keraguan Siti Jamaliah dan banyak orang, Kumala membagikan keterangan pers yang dibuat Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI) melalui Instagram pribadinya. Dalam keterangan pers tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI memastikan dan menjamin bahwa Adv. Kumala Sari Mukhlisah, SH alias Berbie telah lulus Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Kumala juga dinyatakan terdaftar pada KAI dan telah mengucapkan sumpahnya di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 28 September 2017 silam.


Keterangan pers tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Umum KAI Adv. Ibrahim, SH., CLA., CIL., mewakili Presiden Adv. H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, SH. MH. CLA. CIL. CLI. CRA. Sontak, keterangan pers KAI beserta foto Berita Acara Sumpah milik Kumala langsung tersebar dan dibicarakan di beberapa akun gosip. Sedangkan komentar di unggahan Instagram Kumala tampak dibatasi.

BAP Advokat Kumala

Instagram

Kendati sudah memberikan bukti-bukti konkret tersebut, warganet rupanya sudah terlanjur tidak percaya. Hal itu berkaitan dengan kebohongan-kebohongan Kumala yang belakangan terkuak yakni terkait kepemilikan rumah serta toko berlian.

"Tp gw ttp ga yakin yah doi advokat hmmmmm,, kliennya ga dipamerin jg?" komentar akun @w***ikwik02. "Ibaratnya dia krn keseringan bohong maka di saat mungkin dia bicara bemer org masih menganggap nya sedang berbohong. Krn kelakuan dia sendiri juga kan? Mikir," tulis akun @c***endra. "Ya gitulah resiko bohongin orang apalagi masyarakat. Karena orang lebih mengingat tentang keburukan daripada kebaikan," sahut akun @g***ndis.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait