Pertemuan Surya Paloh-Anies Baswedan Jadi Sorotan, Jokowi Hanya Beri Respons Santai
Instagram/jokowi
Nasional

Jokowi menilai pertemuan Surya-Anies sebagai wujud silaturahmi biasa antara dua sahabat lama. Ia pun tak ambil pusing dengan spekulasi yang beredar di masyarakat.

WowKeren - Dua pertemuan penting digelar pada hari yang sama, yakni Rabu (24/7) kemarin. Keduanya adalah pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, serta diskusi tertutup Ketum Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kedua pertemuan ini pun menjadi magnet bagi masyarakat Indonesia. Banyak spekulasi mengiringi pertemuan tersebut. Apalagi karena kedua pertemuan melibatkan sosok-sosok yang selama gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berada di kubu yang berbeda.

Pertemuan ini juga disebut-sebut sebagai wujud keretakan koalisi Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin. Menanggapi spekulasi tersebut, Jokowi akhirnya angkat bicara. Menariknya, ia hanya memberi respons santai dan menilai pertemuan tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.

"Pak Surya Paloh ketemu Pak Anies ya biasa," kata Jokowi saat ditemui di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7). "Apa sih, biasa (saja)."

Jokowi menyebut pertemuan itu selayaknya silaturahmi dua orang teman lama. Hal yang sama juga berlaku terhadap pertemuan Prabowo dan Megawati.


"Ya kan sahabat baik, berhubungan baik sejak lama," tuturnya, dilansir dari laman Tribun News, Sabtu (27/7). "Kalau Pak Prabowo ketemu Bu Mega ya biasa. Ya kan?"

Untuk diketahui, Surya Paloh dan Anies Baswedan menggelar pertemuan tertutup pada Rabu (24/7) siang di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat. Pertemuan ini sontak menjadi perhatian masyarakat setelah Surya terang-terangan menunjukkan sinyal dukungan terhadap pencalonan Anies di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Potensi (jadi Capres 2024) ada, tapi kan ada proses. Itu proses bersama-sama," ujar Surya, dilansir oleh CNN Indonesia. "Kita dukung, insya Allah, jika semua berjalan sesuai harapan. (Tapi) kan dukungan kan tidak hanya bisa datang dari satu kelompok."

Sementara itu pertemuan Prabowo dan Megawati juga menjadi sorotan. Apalagi karena keduanya pernah "berduet" dalam Pilpres 2009.

Namun banyak pihak mengklaim pertemuan itu sebagai nostalgia kawan lama biasa. Wakil Ketua Umum Perindo, Arya Sinulingga, menyebut bahwa kedua tokoh bangsa itu sudah bersahabat sejak lama kendati sering berdiri di kubu yang berseberangan.

"Ibu Megawati dan Pak Prabowo itu kan sudah bersahabat sejak lama. Hal ini bisa dikatakan sebagai pertemuan dari sahabat-sahabat lama," kata Arya, dilansir oleh Antara. "Saya meyakini pertemuan ini tujuannya kebaikan bangsa."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait