Selain kedua nama tersebut, Jokowi juga mengincar Waketum Gerindra Edhy Prabowo untuk menduduki kursi Menteri Pertanian. Informasi ini pun langsung menuai beragam komentar dari masyarakat.
- Elvariza Opita
- Selasa, 30 Juli 2019 - 16:24 WIB
WowKeren - Presiden terpilih Joko Widodo tengah hitung-hitungan membentuk kabinet yang akan membantunya dalam bekerja lima tahun ke depan. Beragam nama yang diusulkan terus dikaji oleh Jokowi.
Dari sekian banyak nama yang diperkirakan akan menduduki kursi menteri, ada tiga sosok yang dinilai cukup mengejutkan. Pasalnya ketiganya merupakan orang-orang yang selama ini berdiri di kubu yang berseberangan dengan Jokowi. Yakni Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dan Fadli Zon, serta mantan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.
Dilansir dari laman CNN Indonesia, Selasa (30/7), nama-nama ini muncul pasca Prabowo Subianto bertemu dengan Megawati Soekarnoputri. Oleh karena itu, potensi koalisi antara Gerindra dan Jokowi-Ma'ruf Amin makin tinggi. "Hampir 70 persen," ujar seorang sumber dari internal Gerindra yang enggan disebutkan namanya.
Dari ketiga nama, Edhy Prabowo-lah sosok yang "diincar" Jokowi. Bahkan sebelum Gerindra menyodorkan nama-nama calon pengisi kabinet pun, Edhy sudah dibidik Jokowi untuk menduduki kursi Menteri Pertanian.
Jokowi meyakini bakal cocok bekerja sama dengan Edhy untuk mengurusi aspek pertanian dan pangan. Apalagi karena selama ini kiprah Edhy di Komisi IV DPR RI mengharuskannya bermitra dengan Kementan.
Menanggapi isu ini, Edhy enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengaku belum pernah diminta secara langsung oleh Jokowi. "Saya baru dengar kabar itu," katanya, Selasa (30/7).
Sementara itu, Sandiaga dinilai cocok untuk menempati sejumlah jabatan seperti Menteri Perindustrian atau Menteri ESDM. Namun mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disebut punya kans besar untuk menduduki kursi Menteri Perdagangan.
Dugaan ini cukup berbeda dengan sikap Sandiaga yang selama ini bersikeras menjadi oposisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Namun narasumber menilai Sandiaga sebenarnya tertarik untuk bergabung di kabinet, hanya saja menantikan "lampu hijau" dari elite politik di sekitarnya.
"Itu kan dia bilang begitu (tetap di oposisi) karena belum pasti," katanya. "Kalau sudah pasti, dari sana lampu hijau, dia akan bilang (setuju). Ya kurang lebih begitu."
Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon disebut akan ditempatkan sebagai menteri, namun belum ada posisi pasti untuknya. "Fadli juga ada posnya, kita lagi carikan. Bukan MPR, (tapi) menteri," ujar narasumber.
Menanggapi informasi ini, Fadli tak memberikan jawaban gamblang. Ia menilai informasi tersebut sebagai kabar burung yang belum bisa dipastikan kebenarannya. "Sumbernya saja nggak jelas, kok jadi berita," cuitnya melalui akun Twitter @fadlizon.
(wk/elva)