Masalah polusi udara di ibu kota semakin menjadi sorotan. Kualitas udara di Jakarta kian memburuk salah satunya disebabkan karena polusi dari kendaraan bermotor.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 12:54 WIB
WowKeren - Persoalan polusi udara di ibu kota masih belum rampung. Presiden Joko Widodo alias Jokowi mendorong penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik di Jakarta. Usul tersebut akan disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kendaraan listrik tersebut bisa dimulai dari angkutan umum seperti bus dan taksi listrik.
"Mestinya sudah dimulai kita harus mulai segera paling tidak transportasi umum, bus-bus" kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (1/8). "Nanti akan saya sampaikan ke gubernur, bus-bus listrik dan taksi listrik, sepeda motor yang sudah kita bisa produksi mulai listrik, skemanya seperti apa terserah gubernur."
Menurut Jokowi, perlu upaya untuk mendorong masyarakat agar mau beralih untuk menggunakan transportasi umum. Salah satu caranya dengan menggunakan electronic road pricing (ERP). Dengan begitu, mau tidak mau masyarakat akan beralih ke transportasi umum massal. "Apakah lewat electronic road pricing yang segera dimulai sehingga orang mau tidak mau masuk ke transportasi umum massal," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sebelumnya untuk mengatasi masalah polusi di ibu kota, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta sempat mengusulkan untuk menghadirkan hujan buatan. Terkait hal ini, Jokowi enggan berkomentar. "Tanyakan gubernur," kata Jokowi.
Polusi di Jakarta kian menjadi sorotan akhir-akhir ini. Bahkan AirVisual menyatakan bahwa kondisi udara di Jakarta selama beberapa hari terakhir dinyatakan tidak sehat.
Terkait hal ini, Anies akan berupaya untuk mengurangi salah satu sumber polusi yakni asap kendaraan bermotor. Ia ingin agar kendaraan berat yang masuk ke Tol Lingkar Jalur atau JORR harus memenuhi standar emisi. Hal ini juga mengingat musim kemarau yang dikhawatirkan akan semakin memperburuk tingkat polusi di Jakarta.
"Untuk ini kita masih akan menghadapi situasi ini, beberapa waktu ke depan dengan kemarau amat tinggi. Jadi usaha kita tentu kita dorong lebih banyak lagi pengurangan di sumbernya," kata Anies di Jakarta Utara, Senin (29/7). "Pengurangan pertama adalah di kendaraan bermotor. Kami juga akan koordinasi dengan pengelola jalan tol."
(wk/zodi)