'Dark Phoenix' Resmi Jadi Film X-Men Paling Gagal, Akibat Dianaktirikan Disney dan Fox?
20th Century Fox
Film

'Dark Phoenix' disebut-sebut merugi sampai sekitar USD 100 hingga USD 120 juta lantaran di akhir pemutarannya, film yang dibintangi Sophie Turner ini hanya mendapatkan USD 65 juta saja.

WowKeren - "Dark Phoenix" diketahui menjadi film penutup dari 20 tahun perjalanan franchise "X-Men". Film yang dibintangi oleh Sophie Turner hingga Jennifer Lawrence ini juga digadang-gadang sebagai sajian paling emosional dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Namun sayangnya, "Dark Phoenix" justru mendulang hasil yang mengecewakan. Sejak dirilis perdana secara global pada 7 Juni lalu, film pamungkas "X-Men" tersebut tidak mendapatkan hasil bagus di box office.


Bahkan di pekan perdananya, "Dark Phoenix" hanya berhasil mengumpulkan USD 33 juta di box office domestik dan USD 140 juta secara global. Angka tersebut membuat "Dark Phoenix" kalah jauh dibanding film-film "X-Men" sebelumnya, seperti "X-Men: Days of Future Past" (USD 262,9 juta), "Logan" (USD 247,4 juta), hingga "X-Men: Apocalypse" (USD 166,6 juta).

Tak hanya itu, "Dark Phoenix" juga disebut-sebut merugi sampai sekitar USD 100 hingga USD 120 juta. Hasil ini tentunya bisa dibilang sangat mengecewakan, mengingat bahwa "Dark Phoenix" menelan biaya produksi fantastis hingga mencapai USD 350 juta.

Hasil ini secara otomatis membuat "Dark Phoenix" menjadi film X-Men yang paling gagal. Bahkan menurut data Box Office Mojo, hingga akhir pemutarannya, film ini hanya mendapatkan USD 65 juta saja. Kegagalan "Dark Phoenix" ini menyusul "The Wolverine" yang meraup USD 132 juta sejak dirilis pada tahun 2013.

Sementara itu, "Deadpool" dan "Deadpool 2" masih menjadi film terlaris di franchise X-Men, dengan pendapatan global masing-masing sebesar USD 363 juta dan USD 318 juta.

Jebloknya "Dark Phoenix" di box office sendiri tentunya tak lepas dari kritik negatif yang dilayangkan pada film tersebut. Diketahui, film yang diarahkan oleh sutradara Simon Kinberg ini hanya meraih rating sebesar 22% di laman Rotten Tomatoes. Padahal, film ini digadang-gadang sebagai proyek terbesar franchise "X-Men".

Faktor lain yang berpengaruh tentunya akuisisi Disney terhadap sejumlah aset Fox, dimana franchise "X-Men" termasuk di dalamnya. Semenjak proses merger pada bulan Maret lalu, Fox memang seakan tak begitu mempromosikan "Dark Phoenix" dalam skala besar, pun juga Disney yang belum turun tangan dalam proyek ini.

Terlepas dari hal tersebut, "Dark Phoenix" sendiri bersetting pada tahun 1992 dan menampilkan kisah 10 tahun usai kejadian di "X-Men: Apocalypse" yang dirilis pada tahun 2016 lalu. Film ini akan mengisahkan Jean Grey yang terbawa ke tempat-tempat gelap usai sisi jahat dalam dirinya muncul kembali. "Dark Phoenix" juga akan berfokus pada Jean yang kehilangan kendali atas kemampuannya setelah dirasuki oleh kekuatan kosmik hingga melawan para anggota X-Men lain.

Dengan kondisi anggota X-Men yang berantakan karena tindakan Jean, mereka harus menemukan cara untuk bersatu. Selain untuk menyelamatkan jiwa Jean, tetapi untuk menyelamatkan planet dari alien yang ingin menggunakan kekuatan dark phoenix dan menguasai galaksi.

You can share this post!

Related Posts