Khofifah mengungkapkan keinginannya untuk membangun Asrama Nusantara. Menurutnya rencana pembangunan tersebut akan menciptakan rasa Bhinneka Tunggal Ika antar mahasiswa dari berbagai daerah.
- Wahyu
- Selasa, 20 Agustus 2019 - 15:46 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan keinginannya untuk membangun Asrama Nusantara di provinsi Jawa Timur. Hal ini ia sampaikan saat acara cangkrukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) di Surabaya, Senin (19/8) malam.
Khofifah menyebutkan jika rencananya untuk membangun Asrama Nusantara ini bertujuan untuk menguatkan rasa Bhinneka Tunggal Ika antar mahasiswa yang berasal dari berbagai suku dan daerah di Jatim.
"Sebetulnya kebinekaan kita ini masih lapis luar belum subtantif. Oleh sebab itu, saya berpikir bagaimana kalau mahasiswa disiapkan asrama mahasiswa nusantara dengan meminta keikhlasan mahasiswa Jatim," ujar Khofifah dilansir Antara.
Rencana tersebut sebelumnya telah dibahas oleh Khofifah bersama dengan Emil Elestianto Dardak selaku Wakil Gubernur Jatim. Pihaknya juga sudah mematangkan jumlah slot masing-masing untuk mahasiswa dari berbagai daerah tersebut.
Khofifah percaya dengan adanya Asrama Nusantara ini nantinya akan muncul kepercayaan antarmahasiswa dari berbagai daerah. "Maka yang ada di dalam diri mereka adalah bagaimana menjadi Indonesia dengan beragam suku, beragam bahasa dan adat istiadat yang akhirnya kemudian tepo sliro-nya akan muncul. Akan muncul kepercayaan," katanya.Diketahui Khofifah didampingi oleh wakilnya Emil Dardak menghadiri acara cangkrukan bersama Forkopimda dan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) yang digelar oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. Acara tersebut digelar di rumah dinas Kapolda Jatim, Jalan Bengawan Surabaya, Senin (19/8).
Acara tersebut digelar sebagai bagian dari meluaskan komunikasi dengan mahasiswa Papua di Jawa Timur. Pihak dari Khofifah menyebutkan jika pihak-pihak yang menghadiri acara tersebut saling mendiskusikan hal-hal yang bisa digunakan untuk saling membangun dan memunculkan understanding.
"Kita juga saling membangun dan memunculkan understanding. Ini penting supaya kalau ada sesuatu yang meragukan kebenarannya, maka harus ada klarifikasi dan verifikasi. Muncul understanding ini bisa dibangun kalau kita saling ketemu," jelas Gubernur Jawa Timur tersebut.
Setelah adanya rasa saling mengerti maka akan muncul rasa kepercayaan. Dari situlah kita tidak akan mudah untuk terpancing karena muncul saling menghormati satu sama lain. "Jadi bangunan untuk saling memahami, percaya dan menghormati itu saling terkait. Jadi persaudaraan yang sejati memang harus dibangun di atas ke salingan itu. Saling memahami, mempercayai dan menghormati," lanjutnya.
Di lain pihak, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) [x=Pieter F Rumaseb] mengapresiasi Forkopimda Jatim karena telah berusaha untuk membangun situasi yang kondusif di tengah kerusuhan yang terjadi. "Saya atas nama IKBPS menitipkan saudara kita semua pada bapak dan ibu, kami ingin beraktivitas, bekerja, berkuliah dengan damai," ujarnya.
(wk/wahy)