Rizal Ramli Sindir Luhut Soal Tawaran Bantuan Tiongkok Untuk BPJS Kesehatan
Nasional

Rizal Ramli menyebut data kesehatan masyarakat Indonesia berpotensi sampai ke tangan Tiongkok apabila tawaran bantuan untuk BPJS Kesehatan tersebut benar diambil.

WowKeren - Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut mendapat tawaran bantuan untuk mengatasi defisit dari perusahaan asuransi asal Tiongkok, Ping An. Hal ini lantas dikomentari oleh mantan Menko Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, dan Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu.

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Said menilai Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kerap memposisikan negara Tiongkok sebagai solusi persoalan yang terjadi di Indonesia. Salah satunya persoalan mengenai BPJS Kesehatan.


"Bagi pak Menkomaritim, sepertinya setiap masalah yg dihadapi bangsa solusinya hanya satu yaitu minta "bantuan" dari China," cuit Said pada Jumat (23/8). "Kereta Api cepat, listrik, Garuda, BPJS, tenaga kerja dll semua dimintakan "bantuan" dari China oleh beliau. Sdh nyerah shg semua minta ke China?"

Komentar Said soal Luhut tersebut lantas ditanggapi pula oleh Rizal Ramli. Ia menyebut data kesehatan masyarakat Indonesia berpotensi sampai ke tangan Tiongkok apabila tawaran bantuan tersebut benar diambil.

"Masak sih soal BPJS aja minta bantuan China. Segitu tidak kreatifnya atau ada 'udang di balik batu'. Ntar semua data2 kesehatan rakyat Indonesia ada di Beijing," cuit Ramli pada Sabtu (24/8). "Kayaknya ada yg pantas dapat gelar 'Dubes Kehormatan Tiongkok di Indonesia' deh."

RamliRizal

Twitter

Sebelumnya, Luhut memang menyampaikan bahwa BPJS mendapat tawaran bantuan dari Ping An. Namun, bantuan yang ditawarkan bukanlah berupa investasi atau semacamnya, melainkan berupa perbaikan sistem di BPJS Kesehatan. Menurut Luhut, hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo agar BPJS Kesehatan melakukan perbaikan sistem.

"BPJS (Kesehatan) tadi itu kemarin Presiden minta kalau BPJS mungkin perlu lakukan perbaikan sistem mereka," terang Luhut di kantornya pada Jumat (23/8). "Jadi kemarin itu Ping An tawarkan mungkin mereka bantu evaluasi sistem IT-nya."

Luhut sendiri telah bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris. Dalam pertemuannya, disadari ada sejumlah kelemahan BPJS Kesehatan yang harus diperbaiki. Salah satunya terkait dengan penunggakan iuran.

"Tadi Kepala BPJS juga lihat memang ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki," ungkap Luhut. "Misalnya kalau orang melakukan penunggakan pembayaran itu gimana sih."

You can share this post!

Related Posts
Loading...