Tiga mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, BTP alias Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat mengaku menyambut baik rencana Jokowi tersebut. Berikut alasan mereka masing-masing.
- Elvariza Opita
- Selasa, 27 Agustus 2019 - 14:35 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo akhirnya menyampaikan lokasi pasti Ibu Kota baru Republik Indonesia. Dalam siaran langsung yang ditayangkan di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jokowi menyatakan pusat pemerintahan Indonesia akan dipindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.
Menanggapi berita tersebut, tiga mantan gubernur DKI Jakarta pun buka suara. Ketiganya adalah Sutiyoso, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat.
Kendati menyampaikan dengan cara yang berbeda, ketiganya menyambut baik rencana Jokowi tersebut. Dilansir dari laman Kompas, begini tanggapan mereka.
Sutiyoso menilai pemindahan Ibu Kota dapat mengurangi beban Jakarta. Sebab, seperti diketahui, saat ini Jakarta merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat pariwisata, perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan.
"(Ini) juga meninggalkan masalah-masalah yang sulit, (seperti) kemacetan, kekumuhan, kriminalitas," kata Sutiyoso. "Jadi (dengan pindah Ibu Kota) beban berkurang. Paling tidak kan akan mengurangi beban Jakarta."
Menurutnya, rencana pemindahan Ibu Kota sebenarnya bukan gagasan baru. Hanya saja, selama ini, rencana tersebut tak bisa dieksekusi karena terhambat masalah anggaran. Sehingga, menurutnya, pemerintah saat ini pasti sudah memiliki cukup modal untuk memindahkan Ibu Kota.
Hal senada juga diungkap oleh Ahok. Menurutnya rencana ini sudah digagas sejak lama, namun belum tereksekusi hingga sekarang. "Saya kira itu keputusan lama sebenarnya," ucapnya singkat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8).
Sementara itu, Djarot Saiful menilai pemindahan Ibu Kota dari Jakarta bisa mengurangi permasalahan yang sudah terlalu kompleks. Salah satu aspek yang diprediksi akan ikut membaik bila rencana ini dieksekusi adalah soal kepadatan penduduk.
"Otomatis lebih longgar kan, semuanya. Kemacetan, polusi, (bisa) berkurang. Kemudian banjir berkurang, iya dong. Betul enggak?" katanya. "Kemudian pemukiman-pemukiman kumuh berkurang, sampah berkurang."
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memastikan Ibu Kota akan dipindahkan ke Kaltim. Lebih tepatnya, Ibu Kota baru RI akan menempati wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana yang dipublikasikan kemarin ini sukses menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.
(wk/elva)