Bandara Baru Yogyakarta ditargetkan selesai pada bulan Desember 2019 mendatang. Proyek yang berlokasi di Kulon Progo tersebut kini sudah mencapai 76,5 persen.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 29 Agustus 2019 - 12:57 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo memberikan pujian terhadap pembangunan Yogyakarta International Airport atau Bandara Baru Yogyakarta. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pembangunan Bandara Baru Yogyakarta tersebut sebagai yang tercepat di dunia.
Pasalnya, proyek yang berlokasi di Kulon Progo tersebut kini sudah mencapai 76,5 persen. Bandara Baru Yogyakarta ditargetkan selesai pada bulan Desember 2019 mendatang.
"Ini adalah pengerjaan pembangunan airport yang paling cepat di Indonesia, mungkin di dunia," tutur Jokowi kala meninjau Bandara Baru Yogyakarta pada hari ini (29/8). "Ini cepat sekali, sangat cepet sekali. Dan saya tadi lihat pekerjaan kualitasnya juga sangat bagus."
Jalur untuk kereta bandara juga akan diselesaikan pada Maret 2020 usai Bandara Baru Yogyakarta rampung. Jokowi sendiri merasa optimis bahwa bandara ini akan membawa kemajuan bagi Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
"Ini nanti akan diselesaikan Desember, kemudian plus nanti dihubungkan dengan kereta selesai Maret," ujar Jokowi. "Lebaran (2020) sudah bisa operasi full 100 persen."
Bandara Baru Yogyakarta ini dipercaya Jokowi mampu membawa lebih banyak wisatawan mancanegara. Pasalnya, selain daya tampung yang besar, bandara tersebut juga akan menyediakan penerbangan langsung rute internasional.
"Nanti akan terkoneksi kereta tol terkoneksi semuanya. Dan yang paling penting tambahan slot yang besar itu (20 juta penumpang per tahun) akan kita berikan kepada penerbangan-penerbangan luar negeri," pungkas Jokowi. "Sehingga, semakin banyak turis yang datang ke Indonesia khususnya ke Yogyakarta dan sekitarnya."
Sementara itu, nantinya Bandara Baru Yogyakarta juga akan dilengkapi oleh terowongan bawah tanah terpanjang di Indonesia yang mencapai 1,3 kilometer. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, underpass tersebut merupakan bagian dari Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa.
Dengan dibangunnya terowongan bawah tanah ini, Basuki berharap akses Jalan Nasional Pansela Jawa yang menghubungkan Yogyakarta dan Purwokerto bisa terbuka. Sebab, pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama.
"Underpass terpanjang ini merupakan bagian dari Jalan Nasional Pansela Jawa," kata Basuki lewat siaran pers di Jakarta, pada 8 April 2019. "Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan."
(wk/Bert)