Heboh Karikatur Jokowi 'Pinokio', Majalah Tempo Tegaskan Tak Bermaksud Hina Presiden
Nasional
Debat Sampul Jokowi Pinokio

Sampul edisi terbaru berita mingguan majalah Tempo yang berjudul 'Janji Tinggal Janji' yang menggambarkan Jokowi dengan siluet tokoh kartun Pinokio memicu polemik.

WowKeren - Kelompok pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jokowi Mania (JoMan), melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers. Pelaporan tersebut terkait cover media massa yang memuat karikatur Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan siluet tokoh Pinokio dalam polemik pimpinan dan revisi UU KPK.

Terkait hal ini, pihak Tempo angkat bicara. Redaktur Eksekutif Majalah Tempo Setri Yasra mengatakan bahwa mereka mengapresiasi perhatian publik terhadap majalah mereka yang memuat ilustrasi tersebut.


"Redaksi Tempo mengapresiasi perhatian publik kepada majalah berita mingguan ini edisi terbaru berjudul 'Janji Tinggal Janji'," kata Setri, Senin (16/9). "Sesuai UU Nomor 40/1999, Majalah Tempo memberikan perhatian terhadap dinamika masyarakat perihal Revisi UU KPK."

Setri mengungkapkan bahwa sampul tersebut menggambarkan persoalan yang kini tengah ramai diperbincangkan, yakni terkait isu pelemahan KPK. Ia menjelaskan bahwa di dalam majalah tersebut, Tempo juga memuat penjelasan Jokowi dalam bentuk wawancara.

"Sampul Majalah Tempo merupakan metafora atas dinamika tadi, yakni tudingan sejumlah pegiat antikorupsi bahwa Presiden ingkar janji dalam penguatan KPK," jelas Setri. "Tempo telah memuat penjelasan dalam Presiden dalam bentuk wawancara."

Akibat ilustrasi semacam itu, Tempo dituding telah melakukan penghinaan terhadap Jokowi selaku presiden. Setri pun menampik anggapan tersebut. "Tempo tidak berniat menggambarkan Presiden sebagai Pinokio. Yang tergambar adalah bayangan Pinokio," imbuhnya.

Lebih jauh, ia yakin bahwa Jokowi dapat secara bijak menyikapi hal ini dengan memahami bahwa kritik adalah bagian penting dalam pemerintahan. "Meyakini Presiden Jokowi dapat memahami peran jurnalisme di masyarakat dan menganggap kritik sebagai bagian penting dalam pemerintahannya," tutur Setri.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengkritik keras ilustrasi tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai penggambaran tersebut tidak memenuhi ketentuan sopan santun.

"Kami mengkritik keras mereka-mereka yang menggunakan hal (penghinaan) tersebut sebagai upaya mendiskreditkan Presiden," tutur Hasto di Jakarta pada Senin (16/9). "Saya mendapat informasi soal adanya media massa tertentu yang secara kurang etis menampilkan karikatur bergambar Jokowi dan Pinokio. Dari aspek etika tidak memenuhi ketentuan sopan-santun."

You can share this post!

Related Posts
Loading...